Rupiah Ditutup Melemah Dekati Level 14.800/US$, Ini Penyebabnya

Abdul Azis Said
17 April 2023, 17:43
Rupiah, kurs rupiah, nilai tukar rupiah
ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/rwa.
Ilustrasi. Rupiah sore ini melemah bersama mayoritas mata uang Asia.

Nilai tukar rupiah ditutup melemah 0,6% ke level Rp 14.794 per dolar AS di pasar spot sore ini. Rupiah melemah di tengah ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral AS, The Fed masih berlanjut dan data neraca dagang yang meleset di bawah ekspektasi pasar.

Mata uang Asia lainnya kompak melemah sore ini. Koreksi paling dalam dialami peso Filipina 1,15%, disusul won Korea Selatan 0,95%, ringgit Malaysia 0,43%, dolar Taiwan 0,23%, yen Jepang 0,19%, baht Thailand 0,18% rupee India 0,14%, dolar Singapura 0,11%, serta yuan Cina dan dolar Hong Kong melemah 0,01%.

Analis sekaligus Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi menjelaskan, dolar AS kembali menguat setelah beberapa raksasa bank AS melaporkan pendapatan yang kuat pada akhir pekan lalu. Hal ini membantu meredam kekhawatiran pasar terhadap krisis perbankan yang telah menjadi momok bagi pelaku pasar beberapa pekan terakhir. JPMorgan, Wells Fargo dan Citigorups mencatatkan pendapatan kuartal pertama di atas ekspektasi pasar mengindikasikan kondisi perbankan AS masih kuat.

Selain itu,menurut dia, komentar anggota Dewan Gubernur The Fed Christopher Waller akhir pekan lalu menyinggung bahwa penurunan inflasi di AS belum menunjukkan banyak kemajuan  sekalipun kenaikan bunga secara agresif sudah ditempuh sejak tahun lalu. Oleh karena itu, ia menilai pengetatan moneter lebih lanjut masih diperlukan. 

Dua sentimen itu yang mendukung ekspektasi bahwa suku bunga The Fed masih akan terus naik. "Sebagian besar investor sekarang mengharapkan Fed akan menaikkan suku bunga 25 basis poin lagi pada pertemuan kebijakan berikutnya pada 3 Mei," kata Ibrahim dalam catatannya sore ini, Senin (17/4).

Sementara dari dalam negeri, menurut Ibrahim, pasar merespons rilis data neraca dagang yang lebih rendah dari ekspektasi. BPS mencatat surplus dagang Maret 2023 hanya sebesar US$ 2,91 miliar, jauh lebih rendah dari perkiraan US$ 3,99 miliar seperti dikutip dari investing.com.

Kinerja impor melesat sepanjang bulan lalu di tengah kondisi manufaktur yang makin ekspansif dan persiapan Ramadan dan lebaran. Di sisi lain, ekspor tidak tumbuh setinggi impor di tengah berlanjutnya tren moderasi harga komoditas.. Adapun untuk perdagangan besok, Ibrahim memperkirakan rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif tetapi ditutup melemah di rentang Rp 14.770- Rp 14.870 per dolar AS.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Abdul Azis Said
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...