Rupiah Melemah Dekati Level 14.700/US$ Usai Rilis Data Tenaga Kerja AS

Abdul Azis Said
8 Mei 2023, 10:13
rupiah, rupiah melemah, doalr AS
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc.
Ilustrasi.Rupiah melemah terpengaruh data penambahan tenaga kerja AS yang di atas ekspektasi pasar membalikkan ekspektasi pasar soal suku bunga bank sentral AS, The Federal Reserve.

Nilai tukar rupiah dibuka melemah tipis empat poin ke level Rp 14.682 per dolar AS di pasar spot pagi ini. Rupiah melemah terpengaruh data penambahan tenaga kerja AS yang di atas ekspektasi pasar membalikkan ekspektasi pasar soal suku bunga bank sentral AS, The Federal Reserve.

Mengutip Bloomberg, rupiah terus melemah ke arah Rp 14.716 pada pukul 10.00 WIB, atau sudah melemah 0,26% dari penutupan akhir pekan lalu.

Mayoritas mata uang Asia lainnya juga melemah, kecuali dolar Singapura dan rupee India yang mampu menguat. Won Korea Selatan melemah 0,44%, bersama yuan Cina 0,13%, baht Thailand 0,21%, ringgit Malaysia dan dolar Taiwan 0,03%, yen Jepang 0,04%, peso Filipona 0,01%.

Analis PT Sinarmas Futures Ariston Tjendra memperkirakan rupiah akan melemah hari ini usai rilis data tenaga kerja nonfarm di AS akhir pekan lalu menunjukkan peningkatan di atas ekspektasi pasar. Rupiah diramal melemah ke arah Rp 14.700 per dolar AS, dengan potensi resistance di rentang Rp 14.650-Rp 14.630 per dolar AS.

Jumlah tenaga kerja nonfarm di AS meningkat 235 ribu pada bulan lalu, di atas ekspektasi pasar 180 ribu. Tingkat pengangguran turun menjadi 3,4%, lebih rendah dari perkiraan pasar 3,6% dan merupakan rekor terendah sejak 1969. 

"Hal ini membalikan ekspektasi pemangkasan suku bunga acuan AS di tahun ini. Ini bisa membantu mendorong penguatan dolar AS terhadap nilai tukar lainnya," kata Ariston dalam catatannya pagi ini, Senin (8/5).

 Namun, ia melihat peluang pelemahan tidak terlalu dalame kspektasi soal suku bunga The Fed tidak naik lagi masih bertahan di pasar. Ekspektasi tetsebut masih didorong sinyal dari rapat pembuat kebijakan The Fed pekan lalu. 

Dari dalam negeri, data pertumbuhan ekonomi kuartal pertama di atas 5% masih menjadi penahan pelemahan ekonomi. Pertumbuhan tersebut melampaui ekspektasi pasar yang memperkirakan ekonomi Indonesia di awal tahun akan melambat dengan pertumbuhan tak sampai 5%.

Berbeda, analis DCFX Lukman Leong memperkirakan rupiah menguat hari ini. Perkiraannya, pergerakan rupiah di rentang Rp 14.600-Rp 14.750 per dolar AS.

Pendorong utama penguatan rupiah menurutnya akan datang dari rilis data cadangan devisa April hari ini yang diperkirakan kembali naik. Cadangan devisa Maret telah meningkat signifikan mencapai US$ 145,2 miliar di tengah kebijakan baru BI untuk menarik pulang devisa hasil ekspor (DHE) sumber daya alam.

"Dari eksternal, data tenaga kerja nonfarm AS jumat menunjukkan peningkatan tenaga kerja dan pendapatan yang lebih tinggi dari perkiraan, namun diimbangi oleh revisi pada pekerjaan bulan lau yang cukup besar, secara keseluruhan data tenaga kerja non farm AS memberikan gambaran yang mix," kata Lukman dalam catatannya pagi ini.

Investor selanjutnya akan mengantisipasi data inflasi AS pada hari Rabu. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Abdul Azis Said
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...