Rupiah Menguat Jelang Akhir Pekan, Pasar Tunggu Data Tenaga Kerja AS

 Zahwa Madjid
8 Maret 2024, 09:22
Petugas menyusun uang pecahan rupiah di Kantor Cabang BSI KC Mayestik, Jakarta, Kamis (28/12/2023). Nilai tukar rupiah ditutup di level Rp15.418 per dolar AS pada Kamis (28/12), dimana mata uang Garuda menguat 12 poin atau naik 0,08 persen dari penutupan
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/tom.
Petugas menyusun uang pecahan rupiah di Kantor Cabang BSI KC Mayestik, Jakarta, Kamis (28/12/2023). Nilai tukar rupiah ditutup di level Rp15.418 per dolar AS pada Kamis (28/12), dimana mata uang Garuda menguat 12 poin atau naik 0,08 persen dari penutupan perdagangan sebelumnya.
Button AI Summarize

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menguat 0,32% ke level 15.654 jelang akhir pekan pada Jumat (8/3). Analis pasar uang, Lukman Leong, memperkirakan rupiah akan menguat terhadap dolar AS yang melanjutkan pelemahan.

Pelemahan terjadi setelah pernyataan ketua bank sentral AS, The Federal Reserve, Jerome Powell yang dovish.

“Namun penguatan akan terbatas mengingat investor masih menantikan data penting NFP (nonfarm payrolls) AS malam ini,” ujar Lukman kepada Katadata.co.id, Jumat (8/3).

Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan bahwa bank sentral AS mulai mendapatkan kepercayaan yang dibutuhkan dalam penurunan inflasi untuk mulai memangkas suku bunga.

“Kami menunggu untuk menjadi lebih yakin bahwa inflasi bergerak turun secara berkelanjutan hingga 2%. Ketika kami benar-benar mendapatkan keyakinan tersebut, dan kami tidak jauh dari itu, adalah tepat untuk mulai mengurangi tingkat pembatasan sehingga kami dapat jangan mendorong perekonomian ke dalam resesi,” dikutip dari Reuters, Jumat (8/3).

Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang 15.600-15.700.

Pengamat pasar uang, Ariston Tjendra, menilai dolar AS terlihat bergerak melemah terhadap nilai tukar lainnya pasca testimoni Ketua The Fed Jerome Powell di hadapan komite perbankan Senat AS semalam.

“Pernyataan Powell semalam diterjemahkan pasar bahwa pemangkasan suku bunga AS tidak lama lagi,” ujar Ariston kepada Katadata.co.id, Jumat (8/3).

Menurut Ariston, The Fed perlu meyakinkan diri bahwa tingkat inflasi AS bakal stabil turun ke arah target 2%. Ini merupakan kali kedua di pekan ini, Jerome Powell menyinggung soal peluang pemangkasan suku bunga acuan AS tahun ini.

“Pernyataan Powell ini memberikan sentimen positif ke aset berisiko. Indeks saham AS dan Eropa semalam ditutup menguat. Pagi ini pun sebagian indeks saham Asia terlihat bergerak naik,” ujarnya.

Ariston mengatakan, rupiah pun berpotensi menguat lagi terhadap dolar AS hari ini. Potensi penguatan ke arah 15.580, dengan potensi resisten di sekitar 15.680.

Sejumlah mata uang Asia menunjukkan penguatan terhadap dolar AS. Melansir Bloomberg, baht Thailand menguat 0,03%, ringgit Malaysia menguat 0,34%, rupee India menguat 0,05%, peso Filipina menguat 0,06%, dan yen Jepang menguat 0,06%.

Reporter: Zahwa Madjid

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...