Trump Dikecam Usai Pecat Kepala BLS dan Bakal Tunjuk Pejabat The Fed Baru

Ferrika Lukmana Sari
4 Agustus 2025, 10:29
Trump
ANTARA FOTO/REUTERS/Go Nakamura/foc/sad.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Presiden Amerika Serikat Donald Trump berencana menunjuk dua pejabat penting ekonomi pekan ini yakni Kepala Biro Statistik Tenaga Kerja (Bureau of Labor Statistics/BLS) yang baru serta satu kursi kosong di Dewan Gubernur Federal Reserve (The Fed).

Langkah ini dianggap sebagai upaya Trump untuk memperkuat cengkeramannya atas data ekonomi dan kebijakan moneter AS. Trump menyampaikan bahwa dirinya akan mengumumkan pengganti Kepala BLS dalam tiga hingga empat hari ke depan.

Ia baru saja memecat Erika McEntarfer, pejabat sebelumnya, setelah BLS merilis laporan tenaga kerja (Non-Farm Payroll/NFP) yang mengecewakan pada Jumat lalu.

“Kami tidak punya kepercayaan. Angka-angkanya tidak masuk akal ketika dia umumkan,” ujar Trump kepada wartawan sebelum kembali ke Washington pada Minggu malam dikutip dari Financial Times, Senin (4/8).

Trump menuduh McEntarfer telah memanipulasi data ekonomi, meski tidak memberikan bukti apa pun. Pemecatan ini menuai kecaman luas karena dinilai bisa mempolitisasi data yang selama ini menjadi acuan pasar global dan pembuat kebijakan suku bunga.

Rencana Isi Kursi The Fed

Trump juga menyatakan akan memilih calon gubernur The Fed dalam beberapa hari ke depan, menggantikan Adriana Kugler yang mengundurkan diri lima bulan sebelum masa jabatannya habis.

“Saya rasa dia keluar karena sebenarnya sepaham dengan saya soal suku bunga, tapi mayoritas anggota The Fed malah berpikir sebaliknya,” kata Trump.

Pengganti Kugler akan memberi Trump kesempatan untuk menanamkan loyalisnya di internal The Fed sebelum masa jabatan Ketua Jerome Powell berakhir pada Mei 2026.

Nama-nama yang disebut sebagai kandidat kuat pengganti Powell antara lain Direktur Dewan Ekonomi Nasional Kevin Hassett, ekonom Stanford Kevin Warsh, serta Menteri Keuangan AS Scott Bessent.

Serangan terhadap Powell

Trump kembali melontarkan kritik keras terhadap Ketua The Fed, Jerome Powell, yang menurutnya terlalu lambat menurunkan suku bunga.

“Dia itu keras kepala. Seharusnya sudah memangkas suku bunga sejak lama. Saya kira dia tidak melakukan pekerjaannya dengan baik,” kata Trump bulan lalu.

Meski masa jabatannya sebagai ketua berakhir tahun depan, Powell masih bisa tetap menjabat sebagai gubernur hingga 2028. Ia belum memutuskan apakah akan mundur atau tetap bertahan di The Fed.

Setelah Kugler mundur, Trump bahkan menyarankan Powell untuk ikut mengundurkan diri melalui media sosial.

Reaksi dan Kecaman

Gedung Putih membela keputusan Trump memecat McEntarfer, dengan alasan perlunya pandangan baru karena data ekonomi belakangan dinilai tidak bisa diandalkan.

“Angkanya sering direvisi besar-besaran dalam beberapa tahun terakhir. Kalau datanya tidak bisa dipercaya, itu masalah besar buat AS,” ujar Kevin Hassett kepada Fox News.

Dalam wawancara terpisah dengan NBC, Hassett menyatakan bahwa Trump ingin orang-orang pilihannya supaya data yang keluar nanti bisa lebih transparan dan terpercaya.

Namun, sejumlah pihak mengkritik keras pemecatan McEntarfer. Ia baru dilantik Januari 2024 dengan dukungan bipartisan di Senat, termasuk dari Wakil Presiden JD Vance dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio.

William Beach, mantan Kepala BLS saat Trump menjabat sebelumnya, menyayangkan langkah ini.

“Saya tidak melihat ada alasan yang kuat untuk pemecatan ini. Ini merusak sistem statistik kita dan melemahkan kepercayaan publik terhadap BLS,” ujarnya kepada CNN.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ferrika Lukmana Sari

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...