Angka Kemiskinan RI Capai 8,47%, Prabowo Sebut Terendah Sepanjang Sejarah
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan angka kemiskinan Indonesia pada Maret 2025 turun menjadi 8,47%, terendah sepanjang sejarah. Capaian ini ia sampaikan dalam pidato Nota Keuangan RAPBN 2026 di Gedung DPR, Jumat (15/8).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin mencapai 23,85 juta orang, turun 210 ribu orang dibandingkan September 2024 yang sebesar 24,06 juta orang atau 8,57% dari total populasi.
“Kuatnya ekonomi menunjang peningkatan kesejahteraan rakyat. Tingkat pengangguran turun menjadi 4,76% di Februari 2025 dari 4,82% tahun lalu, dengan 3,6 juta lapangan kerja baru yang tercipta. Tingkat kemiskinan ditekan menjadi 8,47%, terendah sepanjang sejarah,” kata Prabowo.
Ia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2025 mencapai 5,12%, membaik dari kuartal I sebesar 4,87%. Lebih dari separuhnya disumbang oleh konsumsi masyarakat yang tumbuh 4,97%, sementara ekspor melonjak 10,67% berkat nilai tambah dari hilirisasi.
Pemerintah juga berhasil menjaga inflasi tetap rendah di 2,4%, sehingga daya beli masyarakat, terutama yang berpenghasilan rendah, tetap terjaga.
“Inilah bukti nyata, dengan kerja keras dan kesungguhan, kita mampu memperjuangkan nasib jutaan rakyat Indonesia untuk hidup lebih sejahtera,” ujarnya.
Prabowo menambahkan, optimisme investor terhadap kinerja dan prospek ekonomi Indonesia tetap tinggi. Realisasi investasi paruh pertama 2025 telah mencapai target APBN, dan pasar saham mencatat perkembangan positif meski situasi global penuh ketidakpastian.
Berbagai Program Unggulan Prabowo
Berbagai program unggulan, seperti Makan Bergizi Gratis, Cek Kesehatan Gratis, revitalisasi sekolah, Sekolah Rakyat, dan pembentukan Koperasi Merah Putih di desa/kelurahan yang dinilai telah dirasakan manfaatnya oleh banyak pihak.
"Program ini tidak hanya mencetak SDM unggul untuk jangka panjang, tetapi juga menggerakkan ekonomi hingga ke tingkat desa," ujar Prabowo.
Di tengah gejolak global, pemerintah merespons cepat dengan stimulus ekonomi tahap pertama senilai Rp33 triliun pada Januari 2025, disusul stimulus tahap kedua Rp24,4 triliun pada Juni 2025. Jaring pengaman sosial juga diperkuat melalui Program Keluarga Harapan, Kartu Sembako, Program Indonesia Pintar, dan KIP Kuliah.
Selain itu, Prabowo menyampaikan keberhasilan Indonesia di panggung internasional, termasuk negosiasi tarif bilateral dengan AS yang berhasil diturunkan dari 32% menjadi 19%.
Pemerinta juga sudah menyelesaikan perundingan bebas tarif Indonesia-Uni Eropa (CEPA). Indonesia juga aktif memperjuangkan kepentingan nasional di forum global seperti BRICS, G20, OECD, dan ASEAN.
