Selain Rupiah, Ini Faktor yang Pengaruhi Keputusan Suku Bunga BI Siang Ini

Ferrika Lukmana Sari
20 Agustus 2025, 05:50
suku bunga
Adi Maulana Ibrahim|Katadata
Gedung Bank Indonesia (BI), Jalan M. H Thamrin, Jakarta Pusat.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Bank Indonesia (BI) akan mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada Rabu (20/8). Selain pergerakan nilai tukar rupiah, sejumlah faktor lain menjadi sorotan ekonom dalam memproyeksikan arah suku bunga acuan (BI-Rate) siang ini.

Chief Economist Citi Indonesia Helmi Arman menilai faktor utama yang menjadi pertimbangan arah suku BI yaitu pertumbuhan ekonomi yang belum merata, perlambatan penyaluran kredit perbankan, dan suku bunga riil yang relatif tinggi.

Menurut Helmi, pertumbuhan ekonomi kuartal II 2025 tercatat 5,12% secara tahunan, namun distribusi pertumbuhan antar sektor masih belum merata. Penyaluran kredit perbankan pada Juni 2025 tercatat Rp8.060 triliun atau tumbuh 7,77% secara tahunan, lebih lambat dibanding bulan sebelumnya 8,43%.

Selain itu, perbaikan fundamental di pasar valuta asing dan prospek penurunan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) menjadi faktor pendukung keputusan BI.

“Permintaan dolar dari korporasi untuk refinancing utang valas mulai menurun, sementara konversi devisa hasil ekspor sumber daya alam ke rupiah meningkat,” kata Helmi pada Selasa (19/8).

BI Bakal Pertimbangkan Laju Inflasi

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai masih ada peluang BI memangkas suku bunga acuan hingga 25 basis poin (bps) menjadi 5% pada Agustus 2025.

Josua menyampaikan bahwa pemangkasan suku bunga mempertimbangkan inflasi yang tetap stabil dan ekspektasinya terjaga, rupiah yang menguat sepanjang Agustus, serta kondisi pasar uang yang menunjukkan potensi penurunan suku bunga.

Menurut Josua, inflasi masih berada di kisaran bawah target BI sebesar 2%–4% dan proyeksi hingga akhir 2025 tetap terkendali, sehingga kebijakan BI tetap longgar secara terukur.

Antisipasi Dampak Tarif

Staf Bidang Ekonomi, Industri, dan Global Markets Bank Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto justru memperkirakan BI akan menahan suku bunga pada Agustus 2025. “Dari kami, masih tetap sama 5,25%, belum dulu cut,” kata Myrdal.

Myrdal menilai BI masih perlu mengantisipasi dampak perang tarif terhadap inflasi global maupun domestik. Inflasi Indonesia naik menjadi 2,37% secara tahunan pada Juli 2025, dan nilai tukar rupiah sempat berada di atas Rp16.200 per dolar AS.

“Tapi hari ini kita lihat rupiah gagal break ke level di bawah Rp16.100 per dolar AS, malah naik ke atas Rp16.200 per dolar AS,” ujar Myrdal.

Selain itu, BI juga akan mengevaluasi efektivitas penurunan suku bunga sebelumnya pada Mei dan Juli 2025, terutama terkait penerapan suku bunga pinjaman dan deposito di perbankan maupun non-bank.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Rahayu Subekti, Antara

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...