BPS: Angka Pengangguran Turun, Tenaga Kerja Tembus 146,5 Juta di Agustus 2025

Rahayu Subekti
5 November 2025, 17:10
angka pengangguran, tenaga kerja, phk, bps
ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/nz
Seorang pencari kerja mengakses informasi formasi pekerjaan melalui gawai dalam Bursa Kerja 2025 di GOR Ken Arok, Malang, Jawa Timur, Rabu (29/10/2025).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Badan Pusat Statistik mencatat jumlah pengangguran per Agustus 2025 mencapai 7,46 juta orang. Angka pada periode ini turun jika dibandingkan Agustus 2024.

“Angkatan kerja yang tidak terserap menurun sekitar 4 ribu orang dibandingkan bulan Agustus 2024,” kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh. Edy Mahmud dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (5/11).

Jumlah tenaga kerja pada periode itu juga berhasil naik hingga 1,90 juta orang menjadi 146,54 juta tenaga kerja. Jika dirinci berdasarkan jumlah orang yang bekerja, sebanyak 98,65 juta orang merupakan pekerja penuh, 36,29 juta orang merupakan pekerja paruh waktu, dan 11,60 juta orang merupakan pekerja setengah pengangguran.

“Jumlah orang yang bekerja dan pengangguran ini berasal dari 154 juta angkatan kerja yang terdapat pada kuartal III 2025,” ujar Edy.

Apa Penyebab Pengangguran Masih Muncul?

Edy mengungkapkan salah satu penyebab pengangguran masih terdata karena pemutusan hubungan kerja. “Jadi dari total pengangguran sebesar 0,77% adalah yang sebelumnya terkena PHK setahun yang lalu,” kata Edy.

Menurut dia, pemecatan ini terjadi di berbagai industri. Tiga industri yang paling besar melakukan PHK yakni pengolahan, pertambangan, dan perdagangan.

Meski begitu, Edy menyebut terdapat 9,07% pengangguran telah diterima bekerja. “Tetapi ini  belum mulai bekerja saat pendataan berlangsung,” ujar Edy.

Saat pendataan ada yang ter-PHK namun memiliki usaha. Hanya saja, kelompok ini masih masuk ke dalam kategori pengangguran.

"Jadi yang sudah diterima tapi belum mulai bekerja atau sudah punya kegiatan usaha, tapi belum memulai kegiatan usahanya, ini masuk di dalam kategori pengangguran," katanya

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Rahayu Subekti
Editor: Sorta Tobing

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...