Purbaya Pede Ekonomi Tumbuh di Atas 5,5% Meski Sumatera Banjir, Ini Alasannya

Rahayu Subekti
4 Desember 2025, 15:52
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/11/2025). Dalam rapat tersebut Purbaya meyakini pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV-2025 mampu mencapai rentang 5,6
ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/agr
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/11/2025). Dalam rapat tersebut Purbaya meyakini pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV-2025 mampu mencapai rentang 5,6 persen hingga 5,7 persen lantaran tekanan ekonomi sudah berbalik menuju pemulihan.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa percaya diri dampak bencana banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat kan memberikan dampak yang terbatas kepada pertumbuhan ekonomi RI menjelang akhir 2025.

“Akan berdampak tapi tidak sampai memperlambat terlalu signifikan,” kata Purbaya di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat, Kamis (4/12).

Ia beralasan ekonomi masih akan tetap terdongkrak karena perbaikan fasilitas yang terdampak banjir terus dilakukan. Purbaya yakin hal itu akan mendorong ekonomi secara perlahan.

Purbaya menambahkan, dirinya juga masih akan berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). “Yang jelas kita tunggu dari BNPB, program mereka seperti apa,” ujar Purbaya.

Ia juga optimistis pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2025 masih di dalam target pemerintah. Purbaya sebelumnya menargetkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal terakhir tahun ini berada di kisaran 5,6% hingga 5,7%.

“Saya pikir sih masih akan diatas 5,5%,” katanya.

Ia mengatakan Kemenkeu akan akan monitor kondisi keuangan di sistem finansial. Purbaya juga berencana akan menambah penempatan uang negara di perbankan untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi.

“Kalau masih dianggap kurang saya akan gelontorkan lagi uang saya ke perbankan,” ujar Purbaya.

Kerugian Ekonomi

Direktur Eksekutif Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal mengatakan sebagian besar aktivitas ekonomi di wilayah terdampak banjir Sumatera tersendat. Hal ini berpotensi mengguncang pertumbuhan ekonomi

“Tiga provinsi itu punya kontribusi terhadap ekonomi yang cukup signifikan. Jadi sekitar 9%-an terhadap total produk domestik bruto (PDB) nasional,” kata Faisal kepada Katadata.co.id, Rabu (3/12).

Perkiraannya, bencana di Sumatera bisa menekan pertumbuhan ekonomi pada kuartal akhir 2025. Target pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2025 dari CORE Indonesia juga berubah usai adanya bencana tersebut.

“Mestinya pertumbuhan ekonomi di kuartal IV 2025 itu berada pada kisaran 5,2%-5,4%. Tapi dengan kondisi tadi ini bisa jadi hanya 5,2% atau bahkan di bawah 5,2%,” ujarnya.

Bahkan kerugian ekonomi juga bisa muncul. Kepala Ekonom Bank Mandiri (Persero) Andry Asmoro mengungkapkan akan ada potensi kerugian ekonomi dari bencana banjir di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Sebab, kontribusi tiga wilayah ini terhadap ekonomi nasional mencapai 7,8% per tiga kuartal 2025.

“Kalau estimasi awal kami, dampak yang terakhir yaitu banjir bandang di tiga provinsi itu sekitar Rp 32,6 triliun. Tentu saja ini datanya terus bergulir dan terus berkembang ya,” kata Andry dalam Economic Outlook Q4.

 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Rahayu Subekti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...