Memanasnya Konflik AS-Venezuela Bisa Bikin Rupiah Melemah
Konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela yang memanas diproyeksikan akan berdampak terhadap nilai tukar rupiah. Kondisi geopolitik ini diperkirakan akan membuat rupiah melemah terhadap AS.
“Kemungkinan ada depresiasi rupiah ke level Rp 16.750 per dolar AS,” kata Senior Economist KB Valbury Sekuritas Fikri C Permana kepada Katadata.co.id, Senin (5/1).
Fikri menjelaskan konflik AS dan Venezuela meningkatkan sentimen negatif. Hal ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Tak hanya itu, faktor domestik juga akan mempengaruhi pergerakan rupiah hari ini yaitu dengan dirilisnya data inflasi Desember 2025 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada hari ini. “Rilis inflasi indonesia yang kemungkinan ada peningkatan inflasi tahunan,” ujar Fikri.
Berdasarkan data Bloomberg pagi ini, rupiah dibuka melemah pada level Rp 16.730 per dolar AS. Level ini turun lima poin atau 0,03% dari penutupan sebelumnya.
Senada, Analis Doo Financial Futures Lukman Leong juga memperkirakan hal yang sama. “Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS setelah penangkapan Presiden Venezuela,” kata Lukman.
Lukman menjelaskan, penangkapan itu memicu kekhawatiran geopolitik. Lalu pada akhirnya akan menekan minat investor terhadap aset berisiko, termasuk mata uang negara berkembang.
“Rupiah akan berada di level Rp 16.650 per dolar AS hingga Rp 16.800 per dolar AS,” ujar Lukman.
