Rupiah Makin Loyo ke 16.919 per US$ Imbas Ancaman Tarif Trump Terkait Greenland
Nilai tukar rupiah melemah 0,19% ke level 16.919 per dolar Amerika Serikat pada perdagangan pagi ini, Senin (19/1). Rupiah tertekan di tengah meningkatnya dampak potensi tatif baru Amerika Serikat terhadap sejumlah negara Eropa yang menentang keinginan Presiden Donald Trump untuk menguasai Greenland.
Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah dibuka melemah 6 poin di level 16.893. Kurs rupiah semakin loyo ke level 16.919 hingga pukul 09.45 WIB.
Mata uang negara-negara Asia bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Senada dengan rupiah, won Korea Selatan, peso Filipina, dan rupee India melemah masing-masing 0,07%, 0,09%, dan 0,63%. Sebaliknya, yen Jepang menguat 0,15%, yuan Cina 0,09%, dan ringgit Malaysia 0,01%.
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan dampak potensi tarif baru AS terhadap negara-negara yang menentang keinginan Trump menguasai Greenland akan menyebabkan rupiah bergejolak hari ini. Investor akan menghitung dampak potensi tarif baru AS.
“Rupiah masih berpotensi menguat terbatas dan bergerak di rentang 16.850-16.950 per dolar AS,” kata Lukman kepada Katadata.co.id, Senin ( 19/1).
Sementara itu, Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah akan melemah di rentang 16.890- 16.920 per dolar AS pada hari ini. Hal ini dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik yang semakin meningkat.
“Untuk perdagangan Senin (19/1), mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp. 16.890- Rp.16.920,” kata Ibrahim dalam keterangannya, dikutip Senin (19/1).
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan akan menambah tarif impor untuk negara yang menghalangi niat AS menguasai Greenland. Ia menyatakan akan memberikan tarif impor tambahan sebesar 10% pada delapan negara Eropa yang akan berlaku mulai 1 Februari 2026.
Dalam sebuah unggahan di Truth Social, Trump mengatakan tarif impor tambahan 10% berlaku untuk barang-barang dari Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Belanda, Finlandia, dan Inggris Raya. Sebelumnya, Trump Sudah memberlakukan tarif impor pada delapan negara itu. "
Tarif tersebut akan meningkat menjadi 25% pada 1 Juni dan akan berlanjut hingga kesepakatan tercapai agar AS membeli Greenland", tulis Trump pada Sabtu waktu setempat (18/1).
Trump telah berulang kali menegaskan bahwa ia tidak akan menerima apa pun selain kepemilikan Greenland, yang saat ini menjadi wilayah otonom Denmark. Para pemimpin Denmark dan Greenland telah menegaskan bahwa pulau itu tidak untuk dijual dan tidak ingin menjadi bagian dari Amerika Serikat.
