Rupiah Makin Melemah Nyaris Tembus 17.000 per Dolar AS saat IHSG Rekor Lagi
Nilai tukar rupiah terus melemah kian mendekati level 17.000 per dolar AS pada perdagangan pagi ini, Selasa (20/1). Rupiah melemah meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus menanjak hingga sempat mencetak rekor tertinggi atau all time high baru pada perdagangan intraday di level 9.169.
Rupiah tertekan memanasnya tekanan geopolitik hingga kekhawatir terhadap independensi Bank Indonesia seiring kabar rencana masuknya Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono ke jajaran dewan gubernur.
Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah dibuka melemah 42 poin di level 16.997 per dolar AS. Namun, kurs rupiah bergerak menguat ke level 16.976 dari posisi pembukaan pada pukul 09.54 WIB.
Senior Economist KB Valbury Sekuritas, Fikri C Permana menjelaskan, ada sejumlah faktor yang akan mendorong rupiah melemah hari ini. Salah satunya adalah faktor eksternal dari meningkatnya risiko geopolitik dan tekanan perang dagang antara AS dan Uni Eropa.
Selain itu, menurut dia, masuknya Thomas Djiwandono dalam radar calon Deputi Gubernur BI juga turut menekan rupiah. "Ada kekhawatiran turunnya independensi BI setelah pencalonan Thomas sebagai salah satu calon pengganti deputi gubernur BI,” kata Fikri kepada Katadata, Selasa (20/1).
Selain kedua faktor tersebut, menurut dia, hasil lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dan Sekuritas Valuta Asing Bank Indonesia (SVBI) juga akan mempengaruhi pergerakan rupiah hari ini.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya optimistis nilai tukar rupiah akan segera berbalik menguat. “IHSG All Time High, kan? Kalau indeks naik, pasti ada aliran asing masuk ke situ juga. Enggak mungkin masuk sendiri yang bisa mendorong ke level seperti itu. Jadi, ini tinggal tunggu waktu saja rupiahnya menguat, karena suplai dolar akan bertambah,” kata Purbaya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (19/1).
Purbaya menegaskan, pergerakan rupiah akan bergantung pada fundamental ekonomi suatu negara. Dalam konteks Indonesia, kinerja ekonomi diyakini bergerak resilien, salah satunya terlihat pada bursa saham.
Namun berdasarkan data BEI, investor asing tercatat melakukan aksi jul belu bersih atau net sell mencapai Rp 708 miliar pada perdagangan kemarin (19/1) meski IHSG mencetak rekor di level 9.133.
Ia juga menyampaikan dukungan terhadap Thomas yang diusulkan sebagai calon Deputi Gubernur Bank Indonesia. Purbaya mengatakan, posisi tersebut akan memperluas pengalaman Thomas.
“Ya baguslah, biar Pak Thomas punya pengalaman lebih luas lagi. Sudah di fiskal, sekarang kalau masuk ke moneter kan bagus. Saya mendukung,” katanya.
Purbaya berpandangan, masuknya Thomas dalam daftar calon Deputi Gubernur BI tak akan berpengaruh pada independensi lembaga tersebut.
“Enggak ada yang aneh. Kalau independensi enggak ada hubungannya, kecuali nanti pada waktu mengambil keputusan ada intervensi langsung dari pemerintah. Selama ini kan enggak ada, jadi BI independen,” kata Purbaya.
Di sisi lain, ia juga mengkonfirmasi bahwa kandidat pengganti Thomas yakni Deputi Gubernur Bank Indonesia, Juda Agung. “Pertukaran yang saya pikir seimbang,” kata dia.
