Jelang Idulfitri, Pemerintah Janjikan Diskon Tiket Transportasi hingga Bansos
Pemerintah akan memberikan diskon tiket transportasi hingga bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat untuk menyambut Idulfitri 2026.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah tengah mempersiapkan sejumlah program untuk menyambut Idulfitri yang jatuh pada Maret 2026.
Program-program ini dibahas dalam rapat koordinasi yang dihadiri oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dan Menteri Investasi Rosan Roeslani. Rapat tersebut juga diikuti oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Kabareskrim Komjen Syahardiantono, Kepala BP BUMN Dony Oskaria, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung, Wakil Menteri Perhubungan Suntana, dan Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti, di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (29/1).
“Menjelang Hari Raya Lebaran nanti, beberapa program telah dipersiapkan,” kata Airlangga usai rapat tersebut.
Sejumlah program itu mencakup diskon transportasi untuk masyarakat yang mudik dengan menggunakan moda transportasi pesawat udara, kereta api, angkutan laut, angkutan darat, dan diskon tarif jalan tol.
“Demikian pula untuk bantuan sosial, baik itu beras maupun minyak goreng sedang kami siapkan juga,” kata Airlangga.
Jaga Stabilitas Harga Pangan dan Logistik
Airlangga menyatakan dalam rapat koordinasi tersebut, pemerintah terus memperkuat langkah mitigasi untuk menjaga stabilitas harga pangan dan logistik menjelang Hari Raya Idulfitri 2026. Pemerintah menetapkan target inflasi tetap terkendali sesuai asumsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), pada kisaran 2,5% plus minus 1%.
Fokus utama pemerintah saat ini adalah menekan gejolak harga pangan (volatile food), khususnya komoditas pokok, agar tetap berada di level yang wajar.
"Pemerintah terus menjaga agar inflasi sesuai dengan target dalam APBN yaitu 2,5 plus minus 1%. Pemerintah tadi melihat volatile food, terutama makanan untuk terus kita jaga di kisaran 3 sampai dengan 5%," ujar Airlangga.
Ia juga menyatakan pemerintah mengantisipasi kelangkaan stok di sejumlah daerah dengan menekankan pentingnya kelancaran distribusi logistik dan pengadaan pasokan pangan, terutama untuk komoditas beras, bawang merah, dan bawang putih. Pemerintah daerah didorong untuk aktif melakukan kerja sama antardaerah yang surplus untuk menutup kebutuhan di daerah yang defisit.
"Koordinasi antara daerah dan pusat terus dijaga, terutama untuk pengadaan pasokan pangan antarwaktu dan antarwilayah logistik pangan dengan fasilitasi antarwilayah dari daerah surplus ke daerah yang membutuhkan. Pemerintah juga terus menjaga administered price terhadap berbagai pihak pangan," ujarnya.
