Purbaya Ungkap Opsi Pemangkasan Anggaran MBG Rp 40 T, Pembagian Dipangkas Sehari

Ade Rosman
25 Maret 2026, 15:18
purbaya, MBG
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nz
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan peluang untuk memangkas anggaran program Makan Bergizi Gratis mencapai Rp 40 triliun. Efisiensi anggaran program prioritas Prabowo Subianto ini akan dilakukan dengan memangkas pembagian MBG dari semula 6 hari menjadi 5 hari per pekan. 

Purbaya mengatakan, opsi efisiensi ini disampaikan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana saat rapat bersama dengannya dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto di Kantor Kemenko Perekonomian,  pada 16 Maret 2026.  

“Jadi ada pengurangan cukup banyak tuh yang dia (Dadan) bilang aja Rp 40 triliun, hitungan kasar, tapi bisa lebih,” kata Purbaya di Kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Rabu (25/4). 

Purbaya menjelaskan, efisiensi ini akan diperoleh, antara lain dengan mengurangi  pembagian MBG menjadi lima hari per pekan. 

“Sabtu diberhentikan kalau enggak salah. MBG biasa seminggu 6 hari, Pak Dadan bilang akan jadi 5 hari, enggak tahu diumumin apa belum,” katanya. 

Di sisi lain, Purbaya menegaskan pemotongan ini bukanlah keputusan darinya, melainkan inisiatif dari BGN. Keputusan ini diambil untuk merespons kondisi APBN yang membutuhkan efisiensi di tengah kondisi konflik geopolitik. 

"Jadi jangan dibilang MBG tutup mata, enggak, dia juga melakukan efisiensi,” katanya. 

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan Program Makan Bergizi Gratis atau MBG. Ia menyatakan lebih baik anggaran yang ada untuk memberi makan rakyat daripada dikorupsi. 

Prabowo mengatakan, hal itu dilakukan sebagai bentuk keberpihakan nyata negara kepada rakyat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan. 

Program MBG, menurut, tidak hanya bertujuan mengatasi persoalan gizi dan gizi buruk, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia sekaligus penggerak ekonomi rakyat. 

Di tengah berbagai kritik dan tantangan fiskal, Presiden Prabowo menekankan program MBG tetap menjadi prioritas karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.

“Saya akan bertahan sedapat mungkin. Daripada uang-uang dikorupsi, lebih baik rakyat saya bisa makan. Anda enggak lihat anak-anak yang stunting?,” kata Prabowo dalam wawancara, yang ditulis ulang dalam keterangan pers, Minggu (22/3).

Selain dampak sosial, Presiden Prabowo menekankan program MBG memiliki dampak ekonomi yang luas melalui penciptaan lapangan kerja di berbagai sektor, mulai dari dapur produksi hingga rantai pasok pangan.

“MBG nanti, pada puncaknya, kita akan punya 31 ribu dapur. Katakanlah, untuk gampang, hitungnya 30 ribu dapur. Tiap dapur mempekerjakan 50 orang. Itu sudah 1,5 juta kerja," ujar Prabowo

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ade Rosman
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...