Purbaya akan Temui DPR, Bahas Skema Cukai untuk Rokok Ilegal
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan mengebut penambahan struktur layer tarif cukai rokok. Ia pun berencana menemui Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dalam waktu dekat untuk membahas rencana tersebut.
Dia beralasan negara gagal mendapatkan tambahan 60 triliun dalam setahun akibat rokok ilegal. Purbaya mengatakan angka ini berasal dari kebocoran penerimaan negara dari cukai hasil tembakau (CHT).
“Seminggu dua minggu ini saya ke DPR langsung deh. Dirjen saya enggak bisa beresin rupanya," kata Purbaya di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (21/4).
Purbaya memperkirakan kebocoran cukai hasil tembakau diperkirakan mencapai 30% dari total penerimaan cukai rokok. Penerimaan dari cukai rokok bernilai Rp 200 triliun, artinya kebocoran dari rokok ilegal ditaksir bernilai Rp 60 triliun.
"Let's say (coba) saya cuma dapat separuhnya, kira-kira 15%, mungkin Rp 20-30 triliun bisa dapat itu,” katanya.
Ia mengatakan, pemerintah berkomitmen akan menutup akses persebaran rokok ilegal. Dia juga mengancam menutup pemain rokok ilegal jika masih nakal.
“Tapi yang penting adalah market-nya jadi market legal semua. Nanti yang bermain ilegal akan saya tutup," katanya.
Sebelumnya, Purbaya menyebut proposal kebijakan legalisasi rokok ilegal sudah rampung dan dalam waktu dekat akan dibahas bersama DPR.
“Sebentar lagi mau diskusi dengan DPR bagaimana bagusnya. Diharapkan nanti bisa diterima oleh DPR, baru kami jalankan,” kata Purbaya di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, dikutip Senin (13/4).
Purbaya mengatakan, kebijakan tersebut bukan berarti melegitimasi peredaran rokok ilegal, melainkan mendorong pelaku usaha masuk ke sistem resmi dengan kewajiban membayar cukai. Dengan demikian, aktivitas yang selama ini berada di luar pengawasan dapat ditarik ke dalam ekonomi formal.
“Dia harus masuk ke legal dengan membayar cukai tertentu,” katanya.
Pemerintah akan memberikan kesempatan bagi pelaku rokok ilegal untuk beralih ke jalur legal. “Kalau tidak mau, kami tutup. Jadi kita kasih kesempatan untuk main di pasar yang legal,” kata Purbaya.
