Inflasi April 2026 Capai 0,13%, Didorong Tiket Pesawat serta Harga BBM

Ade Rosman
4 Mei 2026, 14:35
inflasi, tarif penerbangan, BPS
Katadata/Arief Kamaludin
Tarif angkutan udara dan harga bensin menjadi penyumbang utama inflasi pada April 2026.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada April 2026 sebesar 0,13% secara bulanan atau month to month (mtm), menurun jika dibandingkan dengan inflasi pada Maret 2026 mencapai 0,41%. Penyumbang utama inflasi adalah kelompok transportasi, yakni tarif angkutan udara dan bensin. 

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono mengatakan, secara inflasi Indonesia tercatat 1,06% secara tahun kalender. 

“Pada April 2026 inflasi month to month sebesar 0,13% dan inflasi year on year sebesar 2,42%,” kata Ateng dalam konferensi pers, Senin (4/5). 

Penyumbang utama inflasi pada April 2026 secara bulanan yakni kelompok transportasi yang menyumbang angka 0,12%. Secara tahunan, penyumbang inflasi pada April 2026 adalah kelompok makanan minuman dan tembakau dengan andil sebesar 0,90%. 

Komoditas utama penyumbang utama inflasi pada kelompok makanan minuman dan tembakau adalah ikan segar, daging ayam ras, beras, minyak goreng, sigaret kretek mesin (SKM), dan juga telur ayam ras. 

Sebagai perbandingan, BPS mencatat inflasi pada Maret 2026 sebesar 0,41% secara bulanan atau month to month (mtm). Angka ini meningkat seiring kenaikan permintaan masyarakat menjelang Ramadan dan Lebaran, terutama dipicu oleh kenaikan harga komoditas pangan.  

Ateng mengatakan, stimulus berupa diskon tarif transportasi mudik membantu menahan tekanan harga pada kelompok transportasi. 

Ateng mengatakan, inflasi bulanan Maret 2026 terutama didorong kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi sekitar 1,07% dengan andil 0,32% terhadap inflasi umum.

“Komoditas yang dominan mendorong inflasi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau yaitu ikan segar, daging ayam ras, beras, telur ayam ras, cabai rawit, minyak goreng, serta daging sapi,” kata Ateng dalam konferensi pers, Rabu (1/4). 

Ia mengatakan, ikan segar dan daging ayam ras masing-masing memberi andil inflasi 0,06%, sedangkan beras menyumbang 0,03%.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ade Rosman

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...