IHSG Diramal Turun, Analis Rekomendasikan Saham UNTR, CDIA, hingga RAJA

Nur Hana Putri Nabila
6 Mei 2026, 06:32
Pengunjung berjalan di dekat layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (9/3/2026). IHSG ditutup melemah 3,27% ke 7.337 pada perdagangan awal pekan ini dengan nilai transaksi
Katadata/Fauza Syahputra
Ilustrasi.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG rawan terkoreksi pada perdagangan saham hari ini, Rabu (6/5). Analis merekomendasikan saham PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) di tengah potensi melemahnya indeks.

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai, saat ini posisi pergerakan IHSG sedang berada bagian dari wave [v] dari wave A dari wave (2). Ini artinya IHSG akan rawan terkoreksi ke rentang 6.645–6.838.

“Meskipun menguat, dapat perhatikan 7.143–7.188 sebagai target terdekat,” tulis Herditya dalam risetnya, Rabu (6/5). 

MNC Sekuritas menetapkan support IHSG berada di 6.838 dan 6.745. Sementara resistance terdekat berada di 7.022 dan 7.240.

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena daya beli saham naik.  

Sedangkan resistance merupakan tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga tertahan.

MNC Sekuritas merekomendasikan buy on weakness pada sejumlah saham. Salah satunya, PT United Tractors Tbk (UNTR) untuk diakumulasi beli dalam rentang Rp 28.175–Rp 28.650. Target harga di Rp 29.325–30.550, sedangkan level stoploss di bawah Rp 27.850.

Kemudian saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) direkomendasikan buy on weakness pada area Rp 6.800–Rp 6.950. Target harga di Rp 7.100–Rp 7.200, serta stoploss di bawah Rp 6.750.

Sentimen IHSG

Phintraco Sekuritas menilai pergerakan IHSG secara teknikal mulai menunjukkan sinyal pemulihan. Indikator Stochastic RSI mengarah pada potensi reversal dari area oversold, sedangkan histogram negatif MACD mulai menyempit. Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan berpeluang menguji kisaran 7.100–7.150 dalam waktu dekat.

Sedangkan dari sisi fundamental, pergerakan IHSG diwarnai oleh data terbaru pertumbuhan ekonomi yang dirilis BPS kemarin.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat mengalami kontraksi 0,77% secara kuartalan (QoQ) pada kuartal I 2026, dibandingkan pertumbuhan 0,86% pada kuartal IV 2025. Meski demikian, realisasi ini lebih baik dibandingkan perkiraan pasar yang memproyeksikan kontraksi lebih dalam sebesar 0,97%.

Namun, Phintraco Sekuritas menilai, kontraksi pada kuartal pertama merupakan pola musiman setelah lonjakan aktivitas ekonomi di kuartal akhir tahun.

Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi justru menunjukkan akselerasi secara tahunan menjadi 5,61% pada kuartal I,  meningkat dari 5,39% pada kuartal sebelumnya, mencerminkan daya tahan ekonomi domestik yang masih terjaga.

“Pertumbuhan ini didorong oleh kenaikan pada belanja masyarakat di tengah berlanjutnya stimulus pemerintah serta karena adanya hari raya Imlek, bulan Ramadan dan Idul Fitri pada kuartal pertama 2026,” demikian penjelaskan Phintraco dalam analisisnya, Rabu (6/5).  

Dalam upaya menjaga stabilitas sektor jasa keuangan dan mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi nasional, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memantau kinerja industri secara intensif serta rutin melakukan stress test dengan berbagai skenario.

Regulator juga memperpanjang kebijakan buyback saham tanpa melalui RUPS hingga September 2026, serta menunda implementasi short selling. Sejumlah kebijakan ini diharapkan dapat menjadi katalis positif bagi pasar, khususnya di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Phintraco Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham, yakni PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), serta PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).

IHSG ditutup naik 1,22% ke level 7.075 dan disertai dengan munculnya volume pembelian pada perdagangan Selasa (5/5).

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...