Rupiah Menguat ke 16.359/US$ Pagi Ini, Ada Pertanda Baik dari Konflik Iran-AS
Nilai tukar rupiah menguat 0,16% ke level 16.359 pada perdagangan pagi ini, Kamis (7/5). Rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditopang sentimen risk on di pasar keuangan global dan penurunan harga minyak mentah dunia.
Analis Doo Financial Lukman Leong mengatakan, penguatan rupiah dipicu optimisme pasar terhadap peluang tercapainya kesepakatan antara AS dan Iran untuk mengakhiri konflik yang berlangsung di Timur Tengah.
“Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS di tengah sentimen risk on dan penurunan harga minyak mentah dunia merespons laporan bahwa AS dan Iran hampir mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang,” ujar Lukman kepada Katadata, Kamis (7/5).
Berdasarkan Bloomberg, rupiah dibuka di level Rp 17.327 per dolar AS menguat 60 poin dibandingkan penutupan kemarin. Namun, rupiah bergerak melemah dibandingkan posisi pembukaan ke level 16.359 per dolar AS hingga pukul 09.30 WIB.
Rupiah ditutup menguat 36 poin ke level 17.387 per dolar AS pada perdagangan kemarin.
Lukman memperkirakan, rupiah hari ini akan bergerak dalam kisaran 17.250 hingga 17.350 per dolar AS.
Dikutip dari Bloomberg, harga minyak mentah ditutup anjlok tajam pada Rabu (6/5). Hal ini terjadi seiring Iran yang mengevaluasi proposal baru dari Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri perang.
Harga minyak mentah Brent acuan turun hampir 8% menjadi US$ 101,27 per barel, sementara West Texas Intermediate turun lebih dari 7% menjadi US$ 95,08 per barel.
Washington telah mempresentasikan nota kesepahaman satu halaman yang berpotensi mengarah pada pembukaan kembali Selat Hormuz secara bertahap, kata seseorang yang akrab dengan masalah ini. Iran diperkirakan akan merespons dalam beberapa hari mendatang.
