Stabilitas Kuangan RI Terjaga, Purbaya Siapkan Stimulus Redam Gejolak Global

Ade Rosman
7 Mei 2026, 17:15
KSSK, stimulus, stabilitas sistem keuangan, stimulus ekonomi
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/foc.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan stabilitas sistem keuangan Indonesia terjaga di tengah meningkatnya volatilitas pasar keuangan global akibat gejolak geopolitik di Timur Tengah. Pemerintah pun menyiapkan stimulus tambahan untuk memastikan ekonomi tumbuh kencang hingga akhir tahun. 

Hal itu disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa selaku Ketua KSSK berdasarkan rapat berkala kuartal I-2026, dengan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Ketua OJK Friederica Widyasanti, dan Ketua Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu.

Purbaya mengatakan, pemerintah akan terus mewaspadai berbagai risiko global yang dapat mempengaruhi ekonomi domestik, khususnya memasuki kuartal II 2026.

“Global masih penuh ketidakpastian, kami akan waspadai itu terus. Untuk ekonomi domestik, kami lihat  kuartal pertama pertumbuhan cukup bagus, 5,61%. Tapi kami akan melihat seperti apa di kuartal kedua tahun ini,” kata Purbaya dalam konferensi pers KSSK, di Jakarta, Kamis (7/5).

Purbaya mengatakan, pemerintah akan terus melakukan asesmen forward-looking terhadap perkembangan ekonomi dan sektor keuangan di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Ia menuturkan, langkah mitigasi juga akan dilakukan secara terkoordinasi antaranggota KSSK dan kementerian/lembaga terkait.

Stimulus Ekonomi Tambahan

Purbaya mengatakan, pemerintah saat ini tengah menyiapkan tambahan stimulus ekonomi pada kuartal II 2026 untuk menjaga momentum pertumbuhan domestik.

“Kelihatannya pemerintah akan masih memberikan stimulus tambahan bagi perekonomian pada kuartal kedua tahun 2026 ini,” katanya.

Purbaya mengatakan, pemerintah juga memperkuat iklim investasi melalui pembentukan Satgas Percepatan Program Pemerintah untuk mendukung Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi (P3M-PPE) yang dibentuk Presiden Prabowo Subianto.

Ia menjelaskan Sargas ini memiliki kanal debottlenecking 24 jam untuk mempercepat penyelesaian hambatan investasi dan perizinan. Hingga Mei 2026, tambah Purbaya, satgas telah menggelar delapan sidang untuk menyelesaikan berbagai persoalan strategis lintas sektor, mulai dari proyek LNG Abadi Masela, kawasan ekonomi khusus, sertifikasi SNI, hingga perizinan usaha.

Sementara itu, dari sisi fiskal Purbaya menegaskan APBN tetap menjadi instrumen utama untuk menjaga daya tahan ekonomi nasional di tengah tekanan global, termasuk gejolak harga minyak dunia.

“APBN akan terus digunakan sebagai shock absorber terhadap bergejolaknya harga minyak bumi dan dunia, sehingga ekonomi kita masih tumbuh dengan baik di triwulan pertama tahun ini,” ujarnya.

KSSK menilai belanja negara telah menopang konsumsi dan aktivitas ekonomi melalui penyaluran tunjangan hari raya (THR) ASN, TNI, Polri, dan pensiunan, program makan bergizi gratis (MBG), bantuan sosial, hingga pembangunan infrastruktur seperti jalan dan irigasi.

Pemerintah pun optimistis pertumbuhan ekonomi tahun ini dapat terus didorong mendekati 6%, lebih tinggi dari target APBN 2026 sebesar 5,4%.

“Kalau kita lihat di APBN targetnya 5,4% tahun ini. Kita akan dorong terus ke atas, mudah-mudahan bisa mendekati 6% sampai akhir tahun,” kata Purbaya.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ade Rosman
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...