Rupiah Jeblok, Bank Sudah Jual Dolar AS di Atas Rp 17.800
Nilai tukar rupiah terus loyo mendekati level 17.700 per dolar AS ada perdagangan hari ini, Senin (18/5). Beberapa bank bahkan telah mematok kurs jual dolar AS di atas Rp 17.800.
Salah satunya adalah HSBC Indonesia yang mematok kurs jual dolar AS hari ini di level Rp 17.870 per dolar AS, sedangkan kurs beli dipatok di level Rp 17.420.
Kurs tersebut berlaku untuk layanan transfer. Sedangkan untuk layanan penukaran uang kertas, HSBC Indonesia mematok kurs jual dolar AS mencapai Rp 17.945 dan kurs beli Rp 17.345.
Dua bank asal Singapura, Bank UOB Indonesia dan Bank DBS Indonesia juga mematok kurs jual dolar AS di atas 17.800 per dolar AS. Sedangkan beberapa bank besar lokal seperti BCA, CIMB Niaga, dan bank-bank BUMN masih mematok kurs jual dolar AS di kisaran 17.700 per dolar AS.
Berikut kurs dolar AS yang berlaku hari ini di sejumlah bank besar:
| Bank | Kurs Jual | Kurs Beli |
| HSBC Indonesia | Rp17.840 | Rp17.420 |
| DBS Indonesia | Rp17.846 | Rp17.481 |
| OCBC Indonesia | Rp17.765 | Rp17.487 |
| CIMB Niaga | Rp17.665 | Rp17.650 |
| BCA | Rp17.725 | Rp17.525 |
| Bank Mandiri | Rp17.730 | Rp17.430 |
| BNI | Rp17.730 | Rp17.590 |
| BRI | Rp17.683 | Rp17.655 |
Sumber: website masing-masing bank (kurs transfer)
Berdasarkan data Bloomberg, kurs rupiah hari ini dibuka melemah 31 poin di level 17.628 per dolar AS. Rupiah terus melemah hingga bertengger di level 17.662 per dolar AS hingga pukul 14.00 WIB.
Analis Doo Financial Lukman Leong menjelaskan, rupiah hari ini melemah seiring penguatan dolar AS yang terjadi di tengah aksi jual besar-besaran berbagai aset keuangan global. Investor melepas dari obligasi, saham, mata uang kripto, hingga mata uang negara berkembang.
“Rupiah berpotensi kembali melemah hari ini merespons sentimen risk off global. Dolar AS menguat cukup besar di tengah sell off seluruh aset,” ujar Lukman kepada Katadata, Senin (18/5).
Lukman menjelaskan, tekanan pasar juga datang dipicu kekecewaan investor terhadap hasil pertemuan Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump yang dinilai belum memberikan solusi konkret terkait konflik AS-Iran.
Pasar sebelumnya berharap pertemuan kedua pemimpin tersebut dapat meredakan ketegangan geopolitik global, khususnya perang di Timur Tengah yang terus memicu ketidakpastian ekonomi dan keuangan dunia.
Minimnya perkembangan positif dari pertemuan tersebut mendorong investor kembali memburu aset safe haven, termasuk dolar AS.
Selain itu, ketegangan geopolitik yang masih berlangsung turut memicu kenaikan harga minyak mentah dunia. Kondisi ini menjadi sentimen negatif bagi negara pengimpor minyak seperti Indonesia karena berpotensi meningkatkan tekanan terhadap neraca perdagangan dan nilai tukar rupiah.
Lukman memperkirakan rupiah pada hari ini akan bergerak dalam kisaran 17.550 hingga 17.650 per dolar AS.
