Pertumbuhan Kredit Membaik pada April, Pinjaman UMKM Masih Stagnan

Image title
22 Mei 2026, 16:39
rupiah, kredit
Arief Kamaludin|KATADATA
Ilustrasi.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Bank Indonesia mencatat, penyaluran kredit tumbuh 9,4% secara tahunan mencapai Rp 8.606 triliun, lebih baik dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 8,4%. Meski demikian, penyaluran kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tercatat masih stagnan. 

Berdasarkan data uang beredar yang dirilis BI pada Jumat (22/5), kredit UMKM tercatat hanya tumbuh 0,2% secara tahunan menjadi Rp 1.501,7 triliun pada bulan lalu. Pertumbuhan segmen kredit tersebut naik tipis dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 0,1% secara tahunan. 

Berdasarkan debiturnya, penyaluran kredit pada bulan lalu didorong oleh nasabah korporasi yang tumbuh 14,5% secara tahunan menjadi Rp 4.936,8 triliun.

Sedangkan berdasarkan jenisnya, pertumbuhan tertinggi dicatatkan segmen kredit investasi yang mencapai 18,4% secara tahunan menjadi Rp 2.624,4 triliun. Namun, kinerjanya sebenarnya melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 20,1%.
Di sisi lain, pertumbuhan kredit modal kerja naik dari 4% menjadi 4,5% dengan total penyaluran mencapai Rp 3.608,8 triliun. Demikian pula dengan pertumbuhan kredit konsumsi yang mencapai

BI juga mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada April 2026 sebesar Rp 10.253,7 triliun atau tumbuh sebesar 9,2% secara tahunan, sedikit lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 9,7%. 

“Pertumbuhan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 13,6% dan uang kuasi sebesar 4,7%,” kata Direktur Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny, dalam pernyataan resmi, Jumat (22/5). 

Ia menjelaskan, perkembangan M1 dipengaruhi oleh pertumbuhan simpanan giro rupiah yang mencapau 21,3% (yoy). Simpanan tabungan rupiah juga tumbuh mencapai 7,1% (yoy).

Sementara itu, uang kartal di luar bank umum dan BPR pada April 2026 tercatat sebesar Rp 1.186,3 triliun, atau tumbuh sebesar 15,7% (yoy).

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nuzulia Nur Rahmah
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...