Impor Melonjak, Surplus Neraca Perdagangan RI Jeblok Jadi US$ 89 Juta pada April

Agustiyanti
2 Juni 2026, 12:30
neraca perdagangan, surplus neraca perdagangan, ekspor impor
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/nz
Ilustrasi.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Badan Pusat Statistik mencatat surplus neraca perdagangan pada April 2026 sebesar US$ 89,1 juta, turun dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai US$ 3,32 miliar. Sepanjang Januari-April 2026, surplus neraca perdagangan mencapai US$ 5,64 miliar, anjlok dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 11,07 miliar. 

Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS Pudji Ismartini menjelaskan, ekspor pada April 2026 naik 21,98% secara tahunan menjadi US$ 25,3 miliar. Sedangkan impor naik lebih tinggi mencapai 22,49% secara tahunan menjadi US$ 25,21 miliar.

"Neraca perdagangan barang pada April 2026 ini lebih banyak ditopang oleh komoditas nonmigas sebesar US$ 3,53 miliar, dengan komoditas penyumbang utama yakni lemak dan minyak hewani atau nabati, bahan bakar mineral, serta besi dan baja," ujar Pudji dalam konferensi pers, Selasa (2/6). 

Di sisi lain, ia mencatat neraca perdagangan migas defisit US$ 3,44 miliar.  Ekspor nonmigas pada April naik 23,36% menjadi US$ 24,15 miliar, sedangkan ekspor migas turun 1,2% US$ 1,15 miliar. Di sisi lain, impor nonmigas naik 14,11% menjadi US$ 20,62 miliar, sedangkan migas melonjak 82,52% menjadi US$ 4,6 miliar.

Pudji juga mencatat ekspor Indonesia sepanjang Januari-April 2026 naik 5,48% menjadi US$ 92,15 miliar.  Sedangkan impor pada periode yang sama naik lebih tinggi mencapai 13,4% mencapai US$ 86,51 miliar. 

Surplus perdagangan terbesar Indonesia pada periode tersebut masih dialami Indonesia dengan Amerika Serikat mencapai US$ 5,76 miliar, disusul India sebesar US$ 3,98 miliar, dan Filipina US$ 2,92 miliar. 

Sedangkan defisit perdagangan terdalam masih dicatatkan Indonesia terhadap Cina mencapai US$ 6,28 miliar, disusul Australia US$ 1,75 miliar, dan Singapura US$ 2,41 miliar. 

 

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...