Waspadai Kenaikan Inflasi pada Mei 2026

Dini Hariyanti
Oleh Dini Hariyanti - Tim Publikasi Katadata
2 Juni 2026, 16:34
inflasi
Bisnis Indonesia
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Laju inflasi periode Mei 2026 diproyeksikan merangkak naik, baik secara bulanan maupun dibandingkan dengan Mei 2025. Faktor kenaikan harga komoditas energi dan harga pangan (volatile food) diestimasi menjadi pendorong utama.

BIG Consensus Insights yang dilaksanakan Data Indonesia, bagian dari riset Bisnis Indonesia Group (BIG), menghimpun proyeksi inflasi Indonesia periode Mei 2026 dari 20 ekonom dan analis terkemuka di Tanah Air.

BIG Consensus Insights mencatat, nilai tengah atau median dari proyeksi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Mei 2026 mengalami inflasi sebesar 0,2 persen secara bulanan (month–on-month/MoM).

Sejalan dengan proyeksi itu, nilai median inflasi Mei 2026 sepanjang tahun berjalan 2026 (year-to-date/YtD) diestimasi mencapai 1,41 persen. Secara tahunan (year-on-year/YoY), BIG Consensus Insights memperkirakan median inflasi Mei 2026 sebesar 2,93 persen.

Proyeksi inflasi Mei 2026 tersebut lebih tinggi dari inflasi Mei 2025 sebesar -0,37 persen secara MoM, atau 1,6 persen secara YoY.

Selain itu, proyeksi median inflasi Mei 2026 berdasarkan BIG Consensus Insights juga di atas realisasi inflasi April 2026 yang tercatat sebesar 0,13 persen secara MoM atau 2,42 persen secara YoY.

Dari 15 ekonom dan analis yang berpartisipasi dalam BIG Consensus Insights, proyeksi inflasi bulanan pada Mei 2026 paling tinggi tercatat sebesar 0,75 persen MoM diberikan Chief Economist Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rully Arya Wisnubroto. 

Berbanding terbalik, proyeksi IHK paling rendah diberikan oleh Head of Research KB Valbury Sekuritas Fikri C. Permana yang memperkirakan terjadi deflasi 0,4 persen secara MoM pada Mei 2026.

Sejumlah faktor utama yang mempengaruhi laju inflasi pada Mei 2026 berdasarkan proyeksi para ekonom dan analis yang berpartisipasi dalam BIG Consensus Insights, yaitu harga pangan (volatile food), harga energi, harga diatur pemerintah (administered price), dan depresiasi nilai tukar rupiah. 

Proyeksi Inflasi YoY Mei 2026 berdasarkan BIG Consensus Insights: 

Nama JabatanProyeksi Inflasi Mei 2026 (YoY)
M. Rizal TaufikurahmanKepala Pusat Ekonomi Makro dan Keuangan INDEF2,90%
David E Sumual Chief Economist BCA 3,22%
Enrico Tanuwidjaja ASEAN eco2 UOB 2,93%
William Simadiputra Head of Research DBS Group 2,50%
Piter AbdullahDirektur Program dan Kebijakan Prasasti2,35%
Fikri C PermanaHead of Research KB Valbury Sekuritas2.40%
RadhikaSenior Economist DBS – Eurozone, India, Indonesia2,8%
Rully Arya WisnubrotoHead of Research/Chief Economist Mirae Asset Sekuritas Indonesia3,60%
Andry Asmoro Chief Economist Bank Mandiri 3,28%
Myrdal GunartoEconomist Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.3,07%
Fakhrul FulvianChief Economist Trimegah Sekuritas Indonesia2,70%
Leo Putera Rinaldy Chief Economist BNI 2,99%
Josua Pardede Chief Economist Permata Bank 2,93%
SunarsipChief Economist The Indonesia Economic Intelligence (IEI)2,45%
Hosianna E. Situmorang Economist Bank Danamon Indonesia 3,05%

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...