Purbaya Pastikan Anggaran MBG Bakal Dipangkas Signifikan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan kembali dipangkas. Bendahara negara ini tak memerinci nominalnya, tetapi memastikan jumlahnya bakal signifikan.
“Ada efisiensi yang lebih bagus. Kalau kemarin saya lihat proposalnya ada efisiensi yang lebih bagus. Walaupun masih bisa dikurangi sedikit lagi, tetapi nanti akan signifikan lah pemotongannya,” kata Purbaya di kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Jumat (26/6).
Purbaya mengatakan, angka pemotongan tersebut diusulkan oleh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang. Nantinya, Nanik yang akan melaporkan kepada Prabowo.
“Nanti akan di bawah itu (Rp 268 triliun). Tapi untuk detail nanti biar kepala BGN yang melaporkan,” kata Purbaya.
Di sisi lain, Komisi IX DPR RI menyepakati empat langkah efisiensi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disampaikan Badan Gizi Nasional (BGN) yang diklaim bisa menghemat anggaran senilai Rp 40 triliun.
Pimpinan BGN sebelumnya mengajukan alokasi anggaran sebesar Rp 270 triliun untuk program MBG tahun 2027. Anggaran ini naik Rp 2 triliun dari 2026 yang sebesar Rp268 triliun.
Dewan Ekonomi Nasional bersama Badan Gizi Nasional sebelumnya telah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis. Berdasarkan evaluasi tersebut, Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan mendorong agar dilakukan peningkatan efisiensi terhadap program ini agar manfaatnya lebih optimal, baik dari sisi pemenuhan gizi maupun dampaknya terhadap perekonomian.
"MBG sudah kami buat evaluasi kemarin. Wakil Kepala MBG dengan timnya datang ke Dewan Ekonomi dan kami memaparkan hasil survei dan usulan-usulan kami. Dan saya pikir akan lebih baik,” kata Luhut kepada wartawan di kantornya, Rabu (24/6).
Luhut menyebut, salah satu fokus utama dalam evaluasi tersebut adalah peningkatan efisiensi pelaksanaan program. Pemerintah perlu terus mengidentifikasi berbagai kendala yang muncul di lapangan agar pengelolaan MBG semakin efektif.
"Hanya kemarin mungkin agak kita terlalu sedikit buru-buru sehingga banyak yang masalah di sini. Jadi enggak usah juga terlalu ribut lah kan sudah diselesaikan baik-baik juga semua," ujar dia.
Luhut menjelaskan, pendekatan yang lebih terukur dan bertahap akan memudahkan pemerintah dalam memahami tantangan operasional serta mencari solusi yang tepat sebelum cakupan program diperluas. Ia pun optimistis kualitas pelaksanaan MBG akan terus meningkat dalam beberapa bulan ke depan.
Luhut menegaskan bahwa MBG bukan hanya program pemenuhan gizi, tetapi juga instrumen pemerataan ekonomi. Menurutnya, dana yang mengalir melalui program tersebut memberikan efek berganda terhadap aktivitas ekonomi di tingkat daerah.
“Karena itu kan pemerataan sebenarnya. Jadi Rp 1 triliun per hari turun ke bawah, itu dampaknya besar,” kata Luhut.
DPR menyampaikan akan adanya efisiensi pelaksanaan MBG. Perwakilan mahasiswa yang berdemonstrasi di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) beberapa waktu lalu diterima Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad. Wakil Ketua DPR Saan Mustopa mengatakan, di depan mahasiswa, Dasco sempat menelepon Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang.
Saan mengatakan, Nanik S Deyang kepada Dasco menjelaskan bahwa BGN telah melakukan penghematan anggaran Rp 70 triliun tahun ini.
"Ada penghematan terkait tata kelola MBG sekitar Rp 70 triliun dari hasil penyesuaian terhadap program-program MBG yang tidak efisien dan sebagainya," kata Saan dalam konferensi pers di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (19/6).
Saan juga menjanjikan kepada para mahasiswa yang masih memiliki pertanyaan terkait program MBG untuk berdialog langsung dengan para legislator.
Berdasarkan pantauan Katadata, sekitar 800 orang dari empat elemen rakyat melakukan demonstrasi sejak pukul 15.00 WIB, Jumat (19/6).
