Inflasi Tahunan Juni 2026 Naik ke 3,34%, Tertinggi Setahun Terakhir Imbas BBM
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan atau year-on-year (yoy) pada Juni 2026 mencapai 3,34%, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 1,87%. Angka ini merupakan tingkat inflasi tahunan tertinggi dalam satu tahun terakhir.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menuturkan, secara bulanan atau month-to-month (mtm) inflasi pada Juni 2026 tercatat sebesar 0,44%, sehingga Indeks Harga Konsumen (IHK) naik dari 111,40 pada Mei menjadi 111,89 pada Juni 2026. Sedangkan inflasi tahun kalender atau year-to-date (ytd) hingga Juni 2026 mencapai 1,79%.
“Pada Juni 2026 terjadi inflasi sebesar 0,44% secara bulanan, inflasi tahun kalender sebesar 1,79%, dan inflasi tahunan sebesar 3,34%," kata Ateng dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (1/7).
BPS mencatat, secara tahunan tekanan inflasi terutama berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang memberikan andil terbesar sebesar 1,36% dengan tingkat inflasi 4,67%. Kelompok ini menjadi kontributor utama kenaikan harga dibandingkan kelompok pengeluaran lainnya.
Selain itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga mencatat kenaikan cukup tinggi dengan tingkat inflasi mencapai 10,10% dan memberikan andil sebesar 0,69% terhadap inflasi tahunan.
Berdasarkan komponen penyusun inflasi, seluruh komponen mengalami kenaikan harga secara tahunan. Komponen inti memberikan andil terbesar sebesar 1,77% dengan tingkat inflasi 2,76%.
Selanjutnya, komponen harga bergejolak menyumbang andil 0,91%, sedangkan komponen harga yang diatur pemerintah memberikan andil 0,66%.
Bila dipetakan menurut geografis, seluruh provinsi di Indonesia mengalami inflasi tahunan pada Juni 2026. Papua Pegunungan menjadi provinsi dengan inflasi tertinggi sebesar 7,84%, sedangkan inflasi terendah tercatat di Sulawesi Barat sebesar 2,29%.
Untuk perkembangan bulanan, kelompok transportasi menjadi penyumbang utama inflasi Juni dengan andil 0,28% dan tingkat inflasi 2,29%.
Data BPS menunjukkan, kenaikan harga bensin atau BBM menjadi faktor terbesar yang mendorong inflasi Juni dengan andil 0,21%, disusul tarif angkutan udara sebesar 0,05% dan pelumas atau oli mesin sebesar 0,01%.
BPS juga mencatat inflasi bulanan terjadi di seluruh provinsi. Maluku Utara menjadi daerah dengan inflasi bulanan tertinggi sebesar 2,45%, sementara Sumatera Utara dan Kalimantan Tengah mencatat inflasi terendah, masing-masing sebesar 0,23%.
