Dibuka Melemah, Rupiah Diproyeksikan Capai Rp 18.000 per Dolar AS Hari Ini

Image title
8 Juli 2026, 09:22
rupiah, dolar, nilai tukar
Katadata/Fauza Syahputra
Petugas menghitung uang rupiah di gerai penukaran uang asing di Jakarta, Rabu (18/5/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Mata uang rupiah mengawali perdagangan hari ini dengan pergerakan yang melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Dikutip dari Bloomberg, rupiah dibuka di level Rp 17.987 per dolar AS melemah 0,04% atau 7 poin. Hingga pukul 09.15 rupiah kian melemah berada di level Rp 17.994 per dolar AS melemah 0,08% atau 14 poin.

Adapun pada perdagangan sebelumnya rupiah ditutup di level Rp 17.980 per dolar Amerika Serikat (AS). Ini membuat rupiah menguat 0,08% dibandingkan dengan penutupan pada hari sebelumnya berada di level Rp 17.995 per dolar AS.

Nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak terbatas pada perdagangan hari ini. Sejumlah faktornya adalah tarik-menarik sentimen positif dari kenaikan cadangan devisa Indonesia dan tekanan eksternal akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta ekspektasi suku bunga tinggi di AS.

 Analis Doo Financial Lukman Leong mengatakan rupiah berpeluang menguat secara terbatas terhadap dolar AS setelah Bank Indonesia melaporkan cadangan devisa meningkat pada akhir Juni.

"Namun investor masih mengantisipasi rilis indeks kepercayaan konsumen siang ini yang diperkirakan akan meningkat. Eskalasi geopolitik di Timur Tengah bisa menekan rupiah," ujar Lukman kepada Katadata, Rabu (8/7). Ia memperkirakan rupiah bergerak pada kisaran Rp 17.950-Rp 18.050 per dolar AS.

Sementara itu, Senior Ekonom KB Valbury Sekuritas Fikri C. Permana justru memproyeksikan rupiah masih berpotensi melemah ke level sekitar Rp 18.010 per dolar AS.

Menurut Fikri, tekanan terhadap rupiah berasal dari kembali meningkatnya ketegangan di kawasan Selat Hormuz yang mendorong kenaikan harga minyak dunia.

Selain itu, pelaku pasar juga kembali meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed). Probabilitas kenaikan Fed Rate sebesar 25 basis poin pada September kini naik menjadi sekitar 58%, sehingga memperkuat daya tarik dolar AS.

Meski demikian, Fikri menilai kenaikan cadangan devisa Indonesia menjadi salah satu faktor yang dapat menopang stabilitas nilai tukar. BI sebelumnya melaporkan posisi cadangan devisa Indonesia meningkat menjadi US$145,5 miliar pada akhir Juni 2026.

Pelaku pasar juga akan mencermati rilis Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) Indonesia pada siang hari ini. Data tersebut dinilai dapat memberikan gambaran mengenai prospek konsumsi rumah tangga dan aktivitas ekonomi domestik yang pada akhirnya turut memengaruhi arah pergerakan rupiah.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nuzulia Nur Rahmah

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...