Purbaya Tegaskan Anggaran MBG 2027 Rp 240 Triliun, Bukan Rp 480 Triliun

Ade Rosman
21 Agustus 2026, 11:30
Purbaya, MBG, anggaran MBG
ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/YU
Pekerja menyiapkan paket makanan untuk program makan bergizi gratis (MBG) di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polda Sumatera Selatan di Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (19/8/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pagu anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (2027) sebesar Rp 240,2 triliun. Pernyataan ini merupakan respons Purbaya terhadap simpang-siur informasi di media sosial yang menyebutkan anggaran untuk program unggulan Presiden Prabowo Subianto pada 2027 senilai Rp 480 triliun. 

Ketidakselarasan nominal tersebut disoroti berdasarkan yang tercantum dalam Buku 2 Nota Keuangan beserta RAPBN Tahun Anggaran 2027.

“Rp 240 triliun yang betul. Saya enggak tahu mungkin ada salah ketik di mana, nanti saya cek ya, tapi angkanya yang betul Rp 240 triliun,” kata Purbaya kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/8). 

Purbaya pun memastikan akan memeriksa kembali angka-angka yang tidak selaras tersebut. 

Perbedaan Angka Disorot Anggota DPR

Perbedaan angka ini sebelumnya disoroti oleh anggota Komisi XI DPR RI, Harris Turino. Dalam video yang diunggahnya di media sosial pribadinya, Harris menyoroti perbedaan nominal pagu anggaran program MBG di RAPBN 2027. 

“Dalam narasinya (pidato Presiden) jelas disebutkan bahwa anggaran Badan Gizi Nasional (BGN) tahun 2027 adalah sebesar Rp 240 triliun yang sepenuhnya dari rupiah murni. Sementara di dalam lampirannya tercantum anggaran Badan Gizi Nasional adalah sebesar Rp 480 triliun. Ini dua kali lipat dibandingkan dengan narasinya,” kata Harris. 

Selain itu, ia juga menyoroti adanya perbedaan angka target pertumbuhan ekonomi 2027. Dalam pidatonya, Prabowo menyebut target pertumbuhan ekonomi 2027 sebesar 6,0%, sedangkan dalam dokumen tertulis 5,9%. 

“Perbedaan data ini tentu mengundang saya untuk bertanya, mana yang lebih benar? Apakah pidato kenegaraan presiden atau data nota keuangan yang sebagai lampirannya?” kata Harris. 

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ade Rosman

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...