Rupiah Diproyeksi Melemah Usai The Fed Naikkan Suku Bunga
Rupiah mengawali perdagangan hari ini dengan pergerakan yang melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Kamis (17/9) usai bank sentral AS atau The Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunganya tadi malam.
Melansir dari Bloomberg, mata uang garuda membuka perdagangan di level Rp 17.733 per dolar AS melemah 0,20% atau 35 poin. Pantauan Katadata hingga pukul 09.10, rupiah kian melemah berada di level Rp 17.764 per dolar AS turun 0,38% atau 68 poin.
Adapun pada perdagangan sebelumnya, rupiah ditutup di level Rp 17.696 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 2 poin dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp 17.694 per dolar AS. Rupiah sempat melemah hingga 30 poin ke level Rp 17.696 per dolar AS sebelum akhirnya ditutup melemah tipis.
Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini setelah The Fed menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin (bps).
Analis Doo Financial Lukman Leong mengatakan tekanan terhadap rupiah berasal dari penguatan dolar AS setelah keputusan The Fed serta pernyataan hawkish dari Ketua The Fed Warsh yang meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut pada akhir tahun.
“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS setelah The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 bps. Pernyataan hawkish dari Ketua The Fed Warsh juga mendorong lonjakan indeks dolar AS serta meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut pada akhir tahun,” kata Lukman.
Sebagai informasi The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 3,75%-4,00% pada Rabu (16/9) waktu setempat. Kenaikan tersebut menjadi yang pertama sejak Juli 2023.
Menurut Lukman, penguatan indeks dolar AS setelah keputusan The Fed menjadi salah satu faktor yang menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Dengan kondisi tersebut, rupiah diperkirakan bergerak pada rentang Rp 17.650 hingga Rp 17.800 per dolar AS pada perdagangan hari ini.
