Rupiah Menguat Tipis di Tengah Kabar Baik dari AS dan Cina
Nilai tukar rupiah menguat tipis 0,07% ke level 17.903 per dolar AS pada perdagangan Jumat (25/9). Analis mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi menilai, penguatan rupiah dipengauhi hubungan yang membaik antara AS dengan Cina.
“Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengonfirmasi bahwa Washington dan Beijing sepakat untuk memperpanjang gencatan senjata perdagangan mereka hingga 10 Januari 2027,” katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.
Mengutip Anadolu, Bessent menyampaikan bahwa Cina dengan AS memperpanjang peredaan ketegangan ekonomi yang dijadwalkan berakhir pada 10 November, namun kemudian diperpanjang hingga awal bulan depan.
Menkeu AS juga mengisyaratkan kemungkinan adanya pengumuman lebih lanjut dari delegasi China dalam beberapa hari ke depan, seperti kesepakatan untuk membeli lebih banyak produk pertanian AS serta potensi kesepakatan di sektor jasa keuangan.
Pengumuman ini disampaikan setelah Bessent dan Wakil Perdana Menteri Cina He Lifeng mengadakan pertemuan yang tidak terjadwal sebelumnya pada hari itu di Washington.
AS dengan Iran disebut tengah menjajaki jalan keluar bertahap dari konflik yang mencakup langkah Teheran untuk membuka kembali Selat Hormuz dan langkah Washington untuk mencabut blokade ekonomi terhadap Iran.
Sentimen lainnya berasal dari pernyataan para pejabat The Fed. Presiden The Fed wilayah New York John Williams, menyatakan bahwa pihaknya perlu mengembalikan inflasi ke target dalam waktu yang tepat, sehingga wajar apabila suku bunga dinaikkan kembali sebelum akhir tahun.
Presiden The Fed wilayah Cleveland Beth Hammack juga memperingatkan bahwa "semakin lama inflasi tetap tinggi, semakin sulit untuk mengembalikannya ke target.”
Pergerakan rupiah turut dipengaruhi data Purchasing Managers’ Index (PMI) S&P Global AS yang kuat. PMI Komposit naik ke level tertinggi dalam lima tahun di angka 58,4 pada bulan September. Sementara data klaim awal tunjangan pengangguran AS turun menjadi 197 ribu pada pekan yang berakhir 19 September, di bawah ekspektasi pasar sebesar 201 ribu.
Adapun kurs rupiah berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini bergerak melemah ke level 17.917 per dolar AS dari sebelumnya 17.898 per dolar AS.
