Rupiah Perkasa ke 17.909 per Dolar AS Imbas Penurunan Harga Minyak Dunia
Nilai tukar rupiah menguat 0,4% ke level Rp 17.909 per dolar AS pada perdagangan pagi ini, Rabu (10/9). Penguatan rupiah terjadi imbas penurunan pada harga minyak dunia.
Mengutip Bloomberg, rupiah dibuka menguat 39 poin ke level 17.942 per dolar AS. Kurs rupiah pun kian perkasa ke level 18.909 per dolar AS hingga pukul 09.50 WIB.
Mayoritas mata uang Asia juga menguat terhadap dolar AS. Namun, kurs rupiah pagi ini terpantau paling perkasa terhadap dolar AS dibandingkan mata uang Asia lainnya.
Yen Jepang menguat 0,43%, dolar Singapura 0,03%, yuan Cina 0,04%, ringgit Malaysia 0,08%, dan baht Thailand 0,13%.
Analis Doo Financial Lukman Leong menilai, penguatan rupiah ditopang oleh penurunan harga minyak dunia usai sebagian pasokan dari pipa minyak Saudi pulih.
“Namun penguatan akan terbatas mengingat dolar AS dan imbal hasil yang masih relatif tinggi,” kata Lukman, saat dihubungi, Rabu (30/9).
Di sisi lain, ia juga menilai para investor masih mengantisipasi rilis-rilis data ekonomi penting dalam beberapa hari ke depan.
“Investor juga umumnya masih waspada mengantisipasi rilis data2 ekonomi penting beberapa hari kedepan. Proyeksi 17.900-18.050 (per dolar AS),” kata Lukman.
