Rupiah Menguat Tipis ke 17.914 per Dolar, Dibayangi Yield Obligasi AS

Ade Rosman
6 Oktober 2026, 10:13
rupiah, dolar as, rupiah meleah
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym.
Ilustrasi.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Nilai tukar rupiah dibuka menguat tipis 0,02% ke level 17.917 per dolar AS  pada perdagangan Selasa (6/10) pagi. Namun, penguatan rupiah diramal masih terbatas akibat tingginya imbal hasil obligasi AS dan minyak mentah dunia.

Analis Doo Financial, Lukman Leong mengatakan, penguatan rupiah terjadi seiring kinerja dolar AS yang terkoreksi akibat data ISM Service AS yang lebih lemah.

“Penguatan diperkirakan terbatas oleh masih tingginya imbal hasil obligasi AS dan minyak mentah dunia,” kata Lukman saat dihubungi, Selasa (6/10).

Di sisi lain, ia menilai para investor masih menunggu rilis data ekonomi domestik yang akan dirilis. 

“Investor juga masih wait and see menantikan rilis data ekonomi domestik pekan ini, di antaranya cadangan devisa, kepercayaan konsumen dan penjualan ritel,” kata dia. 

Sementara itu, pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, faktor global yang mempengaruhi nilai tukar, salah satunya dengan kondisi perpolitikan AS yang tengah memanas. 

Ia menjelaskan Presiden AS Donald Trump memanfaatkan rapat umum di Ohio pada Sabtu untuk melontarkan serangan kasar terhadap Partai Demokrat, menjanjikan bantuan keuangan jika Partai Republik memenangkan pemilihan paruh waktu.

"Serta memperingatkan bahwa ia akan enggan bekerja sama dengan negara bagian tersebut jika Partai Demokrat yang menang,” kata Ibrahim dalam keterangannya, Selasa (6/10).

Trump dalam rapat umum bagi para kandidat Republik, termasuk Senator AS Jon Husted dan kandidat gubernur Ohio Vivek Ramaswamy mengatakan ‘Datang dan berikan suara kalian’. Trump mengatakan, “Jika kalian melakukannya, kita akan menang-menang besar dan kita akan menghajar mereka habis-habisan."

Di sisi lain, Ibrahim menuturkan, investor pada pekan ini terdapat akan mencermati sejumlah data yang akan dirilis yakni data ISM Services PMI, data ketenagakerjaan mingguan, rilis risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) terakhir, serta data sentimen konsumen dari University of Michigan.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ade Rosman
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...