Terkendala Infrastruktur dan Energi, 433 Desa Belum Teraliri Listrik

Kendala infrastruktur dihadapi lantaran lokasi 433 desa yang terpencil. Ketersediaan sumber energi juga menjadi kendala lainnya.
Dimas Jarot Bayu
3 April 2020, 15:46
listrik desa, elektrifikasi desa,
ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Dusun Saruan, Desa Merbau, OKU Selatan, Sumatera Selatan, tak lagi gelap saat malam hari. Meski demikian, masih ada 433 desa lainnya yang belum dialiri listrik hingga saat ini. Proses elektrifikasi 433 desa tersebut pun terkendala infrastruktur dan ketersediaan sumber energi.

Pemerintah mengungkapkan bahwa masih ada 433 desa di Indonesia yang saat ini belum mendapatkan listrik. Rinciannya, 325 desa di Papua, 102 desa di Papua Barat, lima desa di Nusa Tenggara Timur, dan satu desa di Maluku.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan, elektrifikasi 433 desa tersebut hingga saat ini terkendala masalah infrastruktur karena berada di daerah terpencil.

"Dari sisa yang ada terkendala oleh infrastruktur, bagaimana bisa masuk dan memetakan lokasinya," kata Arifin usai rapat terbatas melalui video conference, Jumat (3/4).

Selain itu, Arifin menyebut ada hambatan dari sisi keamanan untuk bisa mengaliri listrik ke sejumlah desa tersebut. Sebab, ada desa yang berada di daerah-daerah rawan.

(Baca: Jokowi Kesal Kemudahan Akses Listrik RI Kalah dari Negara Tetangga)

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini menambahkan, faktor lain yang menjadi kendala adalah ketersediaan energi di 433 desa tersebut. "Karena sangat remote harus bisa menggunakan sumber-sumber energi pada desa tersebut," kata Zulkifli.

Atas dasar itu, pemerintah akan kembali melakukan identifikasi agar 433 desa tersebut dapat dialiri listrik. Setelah identifikasi dilakukan, PLN akan menggunakan tabung listrik untuk 433 desa tersebut. "Pengadaan tabung listrik Rp 525 miliar itu bisa dianggarkan dari dana desa atau pemerintah daerah," kata Zulkifli.

Selain itu, PLN akan membangun pembangkit lokal di 433 desa tersebut. Pembangkit ini dapat berupa tenaga surya, micro hydro, atau biomassa sesuai hasil identifikasi ketersediaan sumber energi di sekitar desa.

Lebih lanjut, PLN akan membangun stasiun pengisian energi listrik (SPEL) di 433 desa tersebut. Zulkifli mengatakan, PLN menganggarkan Rp 735 miliar untuk pembangunan SPEL di 433 desa tersebut.

(Baca: Mekanisme dan Syarat Pelanggan PLN Gratis Bayar Listrik selama Corona)

"Selanjutnya pembiayaan yang lain yang sangat diperlukan untuk mobilisasi operasi pasukan TNI yang sudah diputuskan telah disediakan anggarannya," kata Zulkifli.

Pemerintah berharap upaya melistriki 433 desa tersebut dapat selesai paling lambat pada akhir tahun ini. Dengan demikian, rasio elektrifikasi di seluruh Indonesia bisa mencapai 100%. Saat ini, rasio elektrifikasi di Indonesia masih sebesar 99,48%. Angka ini telah meningkat dibandingkan pada 2014 yang baru mencapai 84%.

Reporter: Dimas Jarot Bayu

Video Pilihan

Artikel Terkait