Harga Pangan Naik Imbas Corona, Pemerintah akan Hadapi Kondisi Darurat

Komoditas pangan yang harganya naik signifikan imbas virus corona di antaranya gula, jahe, bawang putih, temulawak, hingga cabai merah besar.
Image title
11 Maret 2020, 10:26
harga pangan, darurat pangan, virus corona
Adi Maulana Ibrahim|Katadata
Pedagang memperlihatkan jahe merah di Pasar Rumput, di Jalan Sultan Agung, Pasar Manggis, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (4/3/2020).

Harga sejumlah komoditas pangan seperti gula pasir, bawang putih, jahe, temulawak, hingga cabai merah besar, mengalami kenaikan. Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia Abdullah Mansuri menilai, pemerintah semestinya dapat mempersiapkan kondisi darurat, terutama di tengah penyebaran virus corona (Covid-19).

"Darurat pangan harus dipersiapkan. Kalau semua komoditas mengalami kenaikan harga, rawan juga kondisi pangan nasional," kata dia saat dihubungi Katadata.co.id, Selasa (10/3).

Dia mengatakan, rata-rata harga jahe di Jakarta telah meningkat 300% dalam sepekan, yaitu dari Rp 25 ribu menjadi Rp 100 ribu per kilogram (kg). Kemudian, rata-rata harga temulawak meningkat 400% dari kisaran Rp 10 ribu menjadi Rp 50 ribu per kg.

Kenaikan harga kunyit dinilai tidak begitu signifikan yaitu dari Rp 10 ribu menjadi Rp 25.000-30.000 per kg. Selain itu, terjadi pula kenaikan pada komoditas bawang putih dan gula pasir. Abdullah mencatat, rata-rata harga bawang putih berkisar Rp 27.000-30.000 per kg, kini menjadi Rp 47.000 per kg.

Advertisement

(Baca: Pemerintah Percepat Impor Gula, Bawang Putih, dan Daging Kerbau)

Sedangkan, rata-rata harga gula menjadi Rp 16.000 per kg, naik dari sebelumnya Rp 12.500-13.000 per kg. "Gula ini berbahaya kondisinya, karena permintaan belum tinggi. Permintaan naik menjelang Ramadan," ujar dia.

Menurutnya, masyarakat tengah menghadapi isu bahwa komoditas jamu seperti jahe, temulawak, dan kunyit dapat meningkatkan kekebalan tubuh agar tidak tertular virus corona. Namun, pasokan jahe tidak mengalami perubahan di tengah peningkatan permintaan.

Oleh karena itu, pemerintah diminta untuk memiliki rencana darurat untuk menghadapi situasi seperti ini. Terlebih lagi, peredaran virus corona sudah terjadi di Tiongkok sejak awal tahun ini. "Jadi seharusnya sudah lama dipersiapkan," ujar dia.

Selain itu, ia mengatakan psikologi pasar juga sempat terganggu lantaran masyarakat mengalami kepanikan pada awal penyebaran virus corona di Indonesia.

(Baca: Kementan Klaim Stok Daging Ayam dan Sapi Aman Jelang Ramadan )

Hal ini berdampak pada kenaikan harga sejumlah komoditas seperti minyak goreng, beras, hingga bawang bombay lantaran masyarakat melakukan penimbunan. Akibatnya, sejumlah komoditas di pasar mengalami kenaikan harga, meskipun kondisi ini diperkirakan hanya berlangsung sementara.

Berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) pada Rabu (11/3), ada kenaikan pada rata-rata harga sejumlah komoditas secara nasional. Rata-rata harga gula pasir kualitas premium Rp 16.400 per kg atau naik 4,12% dibandingkan pekan lalu. Gula pasir lokal tercatat Rp 16.350 per kg, naik 7,5% dibandingkan pekan lalu.

Harga bawang merah ukuran sedang tercatat sebesar Rp 37.300 per kg, naik 1,21% dari pekan lalu. Untuk minyak goreng kemasan bermerek 1, rata-rata harganya tercatat sebesar Rp 14.700 per kg, naik tipis 0,34% dari minggu lalu. Harga daging sapi kualitas 2 juga mengalami kenaikan tipis, yaitu sebesar Rp 112.900, naik 0,48% dari minggu lalu.

(Baca: Stabilkan Harga Pangan, Kemendag Pakai Sistem Informasi Perdagangan)

Reporter: Rizky Alika
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait