Pendapatan Anjlok hingga 50% Imbas Covid-19, Ramayana PHK 421 Karyawan

Selain PHK 421 orang karyawan, 2.700 orang karyawan lainnya harus rela gajinya dipotong. Ramayana tidak merumahkan karyawan.
Image title
4 Juni 2020, 12:16
ramayana, phk karyawan, pandemi corona, covid 19, dampak covid 19, virus corona
commons.wikimedia.org
Suasana gerai Ramayana Department Store. Sebanyak 421 karyawan Ramayana terkena PHK dan 2.700 karyawan dipotong gajinya lantaran bisnis perusahaan terpukul pandemi corona.

PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk mengungkapkan bahwa perusahaan telah melakukan pemutusan hubungan kerja atau PHK terhadap 421 orang karyawan seiring dengan kinerja bisnis yang terpukul pandemi corona.

Pada laporan dampak pandemi Covid-19 yang disampaikan kepada pihak Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui keterbukaan informasi, perusahaan berkode emiten RALS ini harus menghentikan sebagian operasionalnya.

“(Kelangsungan usaha perseroan saat ini) terganggu oleh Covid-19, berdampak pada penghentian operasional sebagian. Pembatasan operasional hampir di seluruh bisnis department store selama bulan  April – Mei,” tulis laporan perusahaan kepada pihak bursa, dikutip Kamis (4/6).

Namun manajemen perusahaan memperkirakan pembatasan operasional akan berlangsung lebih dari tiga bulan. Alhasil, pendapatan Ramayana berpotensi turun antara 25-50% tahun ini, sedangkan laba bersih diperkirakan turun lebih dari 75%.

Advertisement

 (Baca: Imbas Corona, Ramayana Tutup Gerai, PHK & Rumahkan Pekerja di Dua Kota)

Selain mem-PHK ratusan karyawan, perusahaan mengungkapkan bahwa ada 2.700 karyawan lainnya yang juga terdampak kebijakan pembatasan operasional ini, yakni dalam bentuk pemotongan gaji hingga 50%. Namun tidak ada karyawan yang dirumahkan.

Meski demikian pihak Ramayana menyatakan bahwa pandemi Covid-19 tidak berdampak pada pemenuhan kewajiban keuangan jangka pendek ataupun implikasi hukum lainnya.

Untuk mengatasi penurunan bisnis menjaga kelangsungan usaha, perusahaan mengungkapkan akan fokus mendorong penjualan secara online.

“Strategi mempertahankan kelangsungan usaha di tengah kondisi pandemi mendorong penjualan secara online melalui website, WA (WhatsApp), dan partner e-commerce, serta fokus pada penjualan supermarket,” tulis manajemen Ramayana.

(Baca: Ramayana Janji Rekrut Kembali 84 Karyawan Korban PHK Usai Corona Reda)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait