FIFA Batalkan Piala Dunia U-20 di Indonesia Akibat Pandemi Covid-19

Indonesia tetap menjadi tuan rumah untuk Piala Dunia U-20 yang akan digelar pada 2023.
Image title
25 Desember 2020, 08:59
piala dunia u-20 indonesia batal, fifa, covid 19, pandemi
ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/ama.
Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di Kompleks Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Kamis (26/3/2020).

FIFA memutuskan untuk membatalkan perhelatan sepak bola Piala Dunia U-20 yang sedianya akan digelar di Indonesia dan Piala Dunia U-17 yang akan digelar di Peru pada 2021 mendatang. Meski demikian baik Indonesia dan Peru tetap akan menjadi tuan rumah ajang olahraga tersebut pada 2023.

“Akibat pandemi Covid-19, dewan FIFA memutuskan membatalkan Piala Dunia FIFA U-20 dan Piala Dunia FIFA U-17 putra,” tulis pernyataan FIFA seperti dikutip dari laman resminya FIFA.com, Kamis (24/12).

Menurut pernyataan FIFA, pandemi Covid-19 dan kondisi serba sulit yang berdampak pada pembatasan perjalanan internasional menjadi tantangan terhadap penyelenggaraan ajang olahraga ini.

Sebelum memutuskan pembatalan ini, FIFA menyatakan telah berkonsultasi dengan stakeholder terkait, baik negara tuan rumah maupun negara-negara yang akan menjadi peserta turnamen tersebut.

“Kondisinya menjadi jelas bahwa situasi global telah gagal untuk dinormalisasi ke tingkat yang memadai untuk mengatasi tantangan terkait penyelenggaraan kedua turnamen, termasuk kelayakan jalur kualifikasi yang relevan,” tulis FIFA.

RENOVASI LAPANGAN PENDUKUNG PIALA DUNIA U-20
RENOVASI LAPANGAN PENDUKUNG PIALA DUNIA U-20 (ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/wsj.)

 

FIFA juga mengucapkan terima kasih kepada asosiasi serta pihak berwenang di Indonesia dan Peru atas komitmen dan persiapan yang telah dilakukan selama ini. Organisasi sepakbola dunia ini berharap dapat terus bekerja sama dengan negara tuan rumah untuk menyelenggarakan turnamen yang sukses.

Piala Dunia FIFA U-20 rencananya bakal digelar pada 20 Mei hingga 12 Juni di enam venue di enam kota di Indonesia.

Keenam venue tersebut yaitu Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta; Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya; Stadion Sriwijaya Jakabaring, Palembang;  Stadion Si Jalak Harupat, Bandung; Stadion Manahan, Solo; dan Stadion I Wayan Dipta, Bali.

Masing-masing venue pun sudah mempersiapkan diri untuk menyambut turnamen dua tahunan ini. Seperti pemerintah kota (Pemkot) Surabaya yang sudah mempersiapkan dana sebesar Rp 100 miliar dari APBD 2020.

Dana tersebut untuk memperbaiki tempat latihan para atlet di stadion Gelora 10 November dan Lapangan Karanggayam. Serta memperbaiki stadion utama Stadion Gelora Bung Tomo dan memperbaiki akses jalan menuju stadion.

Pemkot Solo Telah merenovasi Stadion Manahan dan menghabiskan dana Rp 301 miliar. Namun, untuk pengerjaan lansekap luar stadion belum rampung. Lima lapangan lain juga disiapkan untuk mendampingi Stadion Manahan.

Namun kelima lapangan tersebut masih membutuhkan perbaikan mulai dari penerangan, fasilitas toilet, hingga meningkatkan kualitas rumput untuk memenuhi standar FIFA. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Surakarta Joni Sumantri mengungkapkan satu lapangan membutuhkan dana Rp 4,5-5 miliar untuk pengadaan rumput.

Pemko Bali juga mempersiapkan Stadion I Wayan Dipta salah satunya menambah kapasitas penonton untuk mencapai standar FIFA. Masalah lainnya yang dihadapi di sana adalah tidak adanya lapangan pendamping untuk tempat berlatih.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait