Kematian Covid-19 Global Tembus 5 Juta Seiring Merebaknya Varian Delta

Kematian akibat Covid-19 tertinggi di dunia disumbangkan oleh Amerika Serikat, Rusia, Brasil, Meksiko dan India. Belum meratanya vaksinasi menjadi penyebab terus bertambahnya kematian.
Image title
2 Oktober 2021, 13:01
kematian akibat covid-19, covid-19,
Muhammad Zaenuddin|Katadata
Sejumlah nisan makam korban Covid-19 diberi tanda dengan bingkai foto korban di TPU Rorotan, Jakarta Utara, Jumat, (16/7/2021).

Kematian akibat Covid-19 di seluruh dunia pada Jumat (1/10) telah melampaui angka 5 juta orang seiring merebaknya varian Delta yang sangat menular dan mematikan. Masih belum meratanya vaksinasi menjadi salah satu faktor yang menyebabkan terus bertambahnya korban.

Lebih dari separuh dari kematian Covid-19 di seluruh dunia yang dilaporkan dalam sepekan terakhir berada di Amerika Serikat (AS), Rusia, Brasil, Meksiko, dan India. Sebelumnya dibutuhkan waktu lebih dari setahun untuk jumlah kematian Covid-19 menyentuh angka 2,5 juta. Namun 2,5 juta kematian berikutnya dicapai dalam waktu kurang dari delapan bulan.

Rata-rata 8.000 kematian dilaporkan setiap hari di seluruh dunia selama sepekan terakhir, atau sekitar 5 kematian per menit. Namun tingkat kematian global telah melambat dalam beberapa pekan terakhir.

Hal ini seiring adanya peningkatan pengiriman vaksin dan vaksinasi di negara-negara miskin, di mana banyak orang belum menerima dosis pertama. Sementara di negara yang lebih kaya sudah mulai menyuntikkan dosis ketiga atau booster vaksin Covid-19.

Menurut Our World in Data, lebih dari separuh penduduk dunia belum menerima setidaknya satu dosis vaksin. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan program distribusi COVAX untuk pertama kalinya akan mendistribusikan vaksin ke negara-negara yang cakupan vaksinasinya rendah.

Sejak Januari, Covax telah mendistribusikan sebagian besar vaksin ke lebih 140 negara secara proporsional berdasarkan ukuran populasi. “Untuk pasokan Oktober, kami merancang metodologi berbeda, hanya mencakup negara dengan pasokan vaksin terendah,” kata Asisten Direktur Jenderal WHO untuk akses vaksin, Mariangela Simao, seperti dikutip Reuters, Sabtu (2/10).

Berdasarkan negara, Amerika menjadi negara dengan tingkat kematian tertinggi di dunia, yakni lebih dari 700.000 jiwa pada Jumat. Menurut Worldometers, kematian Covid-19 di negeri Paman Sam mencapai 718.984. Simak databoks berikut:

Tingginya kematian di negara ini seiring disinformasi vaksin yang membuat sekitar sepertiga populasinya menolak untuk divaksinasi. Kasus tambahan harian dan rawat inap di Amerika cenderung rendah, namun otoritas bersiap menghadapi lonjakan seiring datangnya musim dingin.

Sementara Rusia pada Jumat kemarin melaporkan 887 kematian Covid-19. Ini menjadi rekor kematian tertinggi dalam satu hari sejak pandemi dimulai. Hanya 33% dari populasi Rusia yang memenuhi syarat telah menerima dosis vaksin pertama.

Sebagai sebuah kawasan, Amerika Selatan memiliki angka kematian tertinggi di dunia, terhitung 21% dari semua kematian yang dilaporkan, diikuti oleh Amerika Utara dan Eropa Timur masing-masing menyumbang lebih dari 14% dari semua kematian.

Namun, India, salah satu negara pertama yang dirusak oleh varian Delta, telah berubah dari rata-rata 4.000 kematian per hari menjadi kurang dari 300 saat kampanye vaksinasi diluncurkan.

Sekitar 47% dari populasi India yang memenuhi syarat telah menerima suntikan pertama, dengan pejabat memberikan sekitar 7.896.950 dosis per hari selama seminggu terakhir.

Varian Delta sekarang menjadi strain dominan di seluruh dunia dan telah dilaporkan di 187 dari 194 negara anggota WHO.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait