Kematian Covid-19 di AS Tembus 700.000, Vaksinasi Diwajibkan

Amerika mulai mewajibkan warganya untuk vaksinasi Covid-19 seiring angka kematian yang menembus 700.000 orang. Konsekuensi menolak vaksinasi salah satunya dipecat dari pekerjaan.
Image title
2 Oktober 2021, 10:40
amerika, kematian, covid-19, vaksinasi, vaksin covid-19
ANTARA FOTO/REUTERS/Lucy Nicholson/WSJ/sa.
Warga AS mengantri untuk menerima vaksinasi penyakit virus corona (Covid-19) di Paena, California, AS, Jumat (14/5/2021).

Amerika Serikat (AS) dilaporkan telah melampaui 700.000 kematian terkait virus corona pada Jumat (1/10). Pemerintahan Joe Biden mewajibkan warganya untuk vaksinasi serta meluncurkan dosis penguat (booster) untuk melindungi orang tua dan orang-orang yang bekerja dalam profesi berisiko tinggi.

Amerika melaporkan rata-rata lebih dari 2.000 kematian per hari selama seminggu terakhir, yang mewakili sekitar 60% dari puncak kematian pada Januari.

Menurut data Worldometers, total kematian terkait Covid-19 di Amerika mencapai 718.984, dengan total kasus 44,4 juta. Adapun jumlah kesembuhan mencapai 33,8 juta, sehingga secara keseluruhan ada 9,9 juta kasus aktif di negara itu.

Dengan angka tersebut, Amerika memimpin dunia dalam kasus dan kematian Covid-19, masing-masing 19% dan 14% dari semua infeksi dan kematian yang dilaporkan. Secara global, pandemi ini diperkirakan akan melampaui 5 juta kematian.

Varian Delta yang sangat menular telah mendorong lonjakan kasus Covid-19 yang memuncak sekitar pertengahan September sebelum turun ke level saat ini sekitar 117.625 kasus per hari, berdasarkan rata-rata bergulir tujuh hari.

Itu masih jauh di atas 10.000 kasus per hari, yang menurut pakar penyakit menular AS Dr. Anthony Fauci perlu dicapai untuk mengakhiri krisis kesehatan. Simak databoks berikut:

Sementara jumlah rawat inap telah turun dalam beberapa pekan terakhir. Meski demikian, beberapa negara bagian, khususnya di selatan negara itu, masih mencatatkan kenaikan besar pasien rawat inap, memberi tekanan pada sistem kesehatan.

Kewajiban Vaksinasi

Untuk menurunkan angka kematian, pemerintahan Joe Biden mulai memandatkan atau mewajibkan warganya untuk vaksinasi dengan ancaman yang tidak main-main. Biden juga mendorong warganya untuk menerima suntikan dosis ketiga atau booster.

Seperti di Rumah sakit New York yang mulai memecat atau menangguhkan petugas kesehatan karena menentang perintah negara bagian untuk divaksinasi. Menurut data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), sekitar 56% dari populasi AS telah divaksinasi penuh, dengan sekitar 65% menerima setidaknya satu dosis.

Sementara para ilmuwan memiliki pandangan yang berbeda terkait perlunya suntikan booster ketika begitu banyak orang di Amerika Serikat dan negara-negara lain tetap tidak divaksinasi. Data CDC menunjukkan kesejangan tingkat vaksinasi di beberapa negara bagian, terutama antara pedesaan dan perkotaan di Amerika.

Presiden Biden sendiri telah menerima suntikan ketiga vaksin Covid-19 awal pekan lalu, Senin (27/9). Biden mengatakan booster marupakan upaya untuk menopang perlindungan terhadap varian Delta.

Meski demikian, menurut Our World in Data, jumlah vaksinasi di Amerika merupakan yang tertinggi ketiga di dunia, di bawah Cina dan India. Meskipun secara rasio masih relatif rendah. Simak databoks berikut:

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait