Tagihan Pajak Jumbo Menanti, Elon Musk Jual Saham Tesla Rp 13,8 T

Image title
11 Desember 2021, 12:34
elon musk, tesla
Instagram @jeffbezos dan @elonmrmuskk, Katadata/Desy Setyowati
Jeff Bezos dan Elon Musk.

CEO Tesla, Elon Musk, terus melepas saham miliknya di perusahaan. Dia baru saja menjual 934.091 saham Tesla senilai US$ 963,2 juta atau sekitar Rp 13,8 triliun. Namun di saat yang sama dia juga melaksanakan opsi untuk membeli 2,17 juta saham.

Bulan lalu, Musk juga telah menjual sahamnya di Tesla senilai US$ 9,85 miliar atau sekitar Rp 141,6 triliun. Penjualan tersebut termasuk senilai US$ 6,9 miliar (Rp 99,2 triliun) pada 10 November, dan US$ 1,9 miliar (Rp 27,3 triliun) pada 15 dan 16 November.

Seperti dilaporkan CNBC.com, penjualan tersebut terkait dengan tagihan pajak senilai lebih dari US$ 15 miliar yang harus dibayarkan Musk terkait pelaksanaan 22,8 juta opsi saham yang nilainya mencapai lebih dari US$ 10 miliar sesuai dengan harga pasar saat ini.

Opsi saham tersebut merupakan bagian dari pembayaran kompensasinya pada 2012 karena ia tidak menerima gaji atau bonus secara tunai. Sehingga kekayaannya selama ini berasal dari saham dan keuntungan harga saham Tesla.

Opsi saham adalah untuk 22,8 juta saham dengan harga kesepakatan US$ 6,24 per saham. Sedangkan saham Tesla ditutup pada level US$ 1.222,09 pada Jumat (9/12), yang berarti ia akan mendapatkan keuntungan sekitar US$ 28 miliar (Rp 402 triliun) jika melaksanakan opsi sahamnya.

Jika dia tidak menggunakannya, maka opsi saham itu akan kadaluwarsa pada Agustus 2022 dan Musk kehilangan hak membeli saham perusahaan seharga US$ 6,24 per lembarnya. Namun jika ia menggunakan opsinya, maka ia harus membayar pajak atas keuntungan yang belum direalisasikan dari kenaikan harga saham Tesla.

"Saya memiliki banyak opsi yang akan kedaluarsa awal tahun depan, jadi banyak opsi yang akan dijual di Q4 (kuartal IV 2021). Saya harus melakukannya atau mereka akan kedaluarsa. Sebagian besar dari keuntungan yang belum direalisasi untuk membayar pajak," ujar Musk seperti dikutip CNBC.com, Sabtu (11/12).

Opsi saham dikenakan pajak sebagai imbalan atau kompensasi karyawan, pada tingkat pendapatan biasa teratas atau sebesar 37%, ditambah pajak investasi bersih 3,8%. Musk juga harus membayar tarif pajak tertinggi 13,3% di California karena sebagian besar opsi saham tersebut ia dapatkan saat masih menjadi wajib pajak negara bagian tersebut. Sehingga tarif pajak yang harus ia bayarkan mencapai 54,1%.

Sehingga total tagihan pajak atas opsi saham milik Musk, dengan harga saat ini, mencapai US$ 15 miliar atau lebih dari Rp 215 triliun. Musk belum mengonfirmasi berapa besar tagihan pajaknya.

"Saya tidak mengambil gaji tunai atau bonus dari mana pun. Saya hanya punya saham, jadi satu-satunya cara bagi saya untuk membayar pajak secara pribadi adalah dengan menjual saham," kata Musk melalui cuitan di Twitter @elonmusk beberapa waktu lalu.

Karena CEO memiliki jendela terbatas untuk menjual saham, dan Musk kemungkinan akan meningkatkan penjualan sahamnya setidaknya selama dua kuartal, analis dan pakar pajak memperkirakan Musk akan mulai menjual pada kuartal keempat tahun 2021.

Anggota dewan Tesla, termasuk mantan anggota dewan lainnya, juga telah melepas sahamnya di Tesla senilai ratusan juta dolar sejak 28 Oktober, seiring melonjaknya harga saham di bursa saham Nasdaq.

Tesla belum lama ini juga mengungkapkan bahwa Musk telah mengambil pinjaman dengan menggunakan sahamnya sebagai jaminan. Dengan penjualan ini, Musk kemungkinan ingin membayar kembali sebagian dari kewajiban pinjaman tersebut.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait