PLN Incar Pelanggan dari Industri untuk Dorong Permintaan Listrik 2022

PLN mengincar pelaku industri yang menggunakan pembangkit listriknya sendiri agar mau beralih demi mendorong permintaan listrik tahun depan.
Image title
27 Desember 2021, 11:43
pln, permintaan listrik
ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/hp.
Sejumlah pekerja memperbaiki jaringan listrik di Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (25/5/2021).

PLN telah menyiapkan sejumlah strategi untuk untuk menggenjot permintaan listrik tahun depan. Beberapa di antaranya yaitu dengan mengincar pengguna captive power hingga sektor pertanian atau agriculture.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan bahwa pihaknya akan mengincar perusahaan-perusahaan yang selama ini menyediakan listrik dari pembangkitnya sendiri atau captive power untuk menggunakan listrik dari PLN.

Pasalnya, cara ini berhasil untuk menekan angka pertumbuhan permintaan listrik yang negatif di tahun lalu. Dengan kondisi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, pertumbuhan permintaan listrik diperkirakan masih negatif.

"Banyak sekali industri-industri yang dulunya banyak memakai listrik sendiri sekarang sudah banyak gunakan listrik dari PLN," ujarnya dalam acara Energy Corner, Senin (27/12).

Selain itu, PLN juga menggenjot program elektrifikasi di sektor pertanian (electrifying agriculture), terutama yang tadinya banyak menggunakan diesel untuk dapat beralih menggunakan listrik. Serta mendorong penggunaan mobil listrik dan kompor listrik.

Strategi tersebut berhasil menjaga permintaan listrik pada tahun 2020 yang pada awalnya diperkirakan turun 3% menjadi hanya turun sebesar 1,5%. "Alhamdulillah Covid-19 yang dalam kendali membuat kegiatan ekonomi mulai menggeliat dan pertumbuhan demand listrik mulai kembali semula," ujarnya.

Selain itu, Darmawan juga mengklaim kondisi keuangan PLN selama pandemi ini terus membaik. Bahkan perusahaan dapat menurunkan utang sebesar Rp 20 triliun dari Rp 450 triliun menjadi Rp 430 triliun selama dua tahun terakhir.

"Selama dua tahun ini kami melakukan proaktif debt management bisa mengurangi utang kami yang tadinya Rp 450 triliun menjadi Rp 430 triliun. Jadi Insya Allah dalam kondisi saat ini tantangannya kita urai satu per satu," katanya.

Reporter: Verda Nano Setiawan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait