PGN Minta Kelola Lapangan Gas Mangkrak dan Bangun Kilang LNG

Dengan mengelola lapangan gas mangkrak yang belum atau dalam proses pengajuan POD, PGN akan membangun kilang agar dapat memproduksi LNG secara mandiri.
Image title
19 Januari 2022, 10:58
pgn, lapangan gas, lng, kilang lng
conradpetro.com
Ilustrasi lapangan gas.

PT Perusahaan Gas Negara (PGN) siap menyerap produksi dari beberapa lapangan-lapangan gas mangkrak (stranded) di Indonesia. Hal ini dilakukan supaya perusahaan dapat memproduksi liquefied natural gas (LNG) secara mandiri.

Direktur Utama PGN, Muhamad Haryo Yunianto menyatakan siap untuk menyerap gas bumi dari lapangan-lapangan gas yang baru proses mengajukan rencana pengembangan (POD) maupun yang belum mengajukan rencana pengembangan.

"Kami ini PGN menyalurkan gas tapi kami gak punya LNG sendiri. Barangkali kalau diizinkan dibantu untuk bekerja sama untuk mengelola lapangan gas mangkrak yang sudah POD atau belum ada POD tapi tidak diproduksi atau dilifting," kata Haryo dalam RDP bersama Komisi VII, Selasa (18/1) malam.

Dengan begitu perusahaan dapat langsung membangun LNG liquefaction plant di lokasi gas tersebut. pasalnya kebutuhan LNG di masa mendatang potensinya masih cukup besar. "Beberapa penambahan infrastruktur yang non pipa kami akan bangun LNG fasilitas baik itu di Cilacap, Teluk Lamong yang kita selesaikan," katanya.

Advertisement

Seperti diketahui, PGN terus menggenjot pasokan dan memperluas infrastruktur gas bumi di tengah upaya pemerintah mewujudkan net zero emission pada 2060 mendatang. Pasalnya, gas bumi merupakan salah satu produk energi fosil yang dinilai lebih bersih dan ramah lingkungan.

Komisaris Utama PGN Arcandra Tahar sebelumnya mengatakan gas bumi dapat menjadi sumber energi yang dapat diandalkan, terutama dalam memenuhi kebutuhan energi bersih.

"Eropa pun mulai sekarang memakai kembali gas. Artinya, kebutuhan gas akan sangat signifikan. Ini kesempatan kita untuk menggunakan gas yang jauh lebih bersih," kata dia dalam PGN Energy and Economic Outlook 2022, Rabu (12/1).

Arcandra menyarankan optimalisasi penggunaan gas, terutama di masa transisi menuju energi terbarukan. Untuk itu, diperlukan inovasi dan teknologi untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi transportasi gas dari satu tempat ke tempat lain.

Reporter: Verda Nano Setiawan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait