Pertarungan Investor di Saham GameStop yang Jadi Sorotan Dunia

Happy Fajrian
3 Februari 2021, 17:34
gamestop, saham gamestop,
The New York Times
GameStop.

Perusahaan penjual produk video gim, konsol permainan elektronik, dan berbagai aksesorisnya, GameStop, menjadi perhatian dunia selama beberapa pekan terakhir ini. Penyebabnya adalah pergerakan harga sahamnya yang tidak biasa.

Mengawali 2021, saham GameStop ditransaksikan di level harga US$ 17,25. Namun sekitar dua pekan lalu sahamnya mulai bergerak liar, naik ke level US$ 31,40 pada 13 Januari, hingga meroket ke level US$ 347,51 pada 27 Januari. Bahkan, sempat menyentuh US$ 450 per saham.

Advertisement

Namun pada penutupan Selasa (2/2), saham ini sudah berada di level US$ 90, atau turun 60% dibandingkan sehari sebelumnya di level US$ 225. Padahal, sejak pertengahan 2019 hingga pertengahan 2020, harga sahamnya tidak sampai US$ 5, bahkan sempat menyentuh US$ 2 per saham.

Lonjakan harga ini terjadi karena pertarungan antara sejumlah investor retail yang tergabung dalam subgrup media sosial Reddit, r/WallStreetBets, dengan para pelaku hedge fund bermodal besar yang kerap seenaknya melakukan short selling.

Para investor retail Reddit tersebut membeli saham GameStop dengan jumlah tertentu untuk mengerek naik harganya. Sehingga, para pelaku hedge fund yang sebelumnya telah memperkirakan penurunan harga saham GameStop, akan mengalami kerugian besar.

Fenomena GameStop ini pun sempat mendapat perhatian dari mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan. Dia membandingkannya dengan saham-saham dalam portofolio investasi Jiwasraya yang merugi lantaran diduga masuk dalam permainan goreng-menggoreng saham.

“Murahnya harga saham GameStop diketahui para pemain saham. Mereka pun siap memborongnya dengan jumlah yang sudah mereka hitung yang bisa memengaruhi harga saham di Wall Street. Mereka itu menggoreng saham,” kata Dahlan seperti dikutip dari disway.id, Rabu (3/2).

Dahlan menjelaskan bahwa investor-investor yang tergabung dalam komunitas online Reddit tersebut mengumpulkan dana untuk membentuk situasi short squeeze di pasar modal.

Tak Pernah Untung Sejak 2018

Masalahnya, apa yang terjadi dengan harga saham GameStop beberapa waktu terakhir ini sama sekali tidak merefleksikan kondisi fundamental perusahaan yang telah berdiri sejak 1984 ini. Bahkan selama tiga tahun terakhir, hingga memasuki kuartal III 2020, GameStop terus merugi.

GameStop merupakan penjual produk video game, konsol permainan elektronik dan berbagai aksesorisnya yang berbasis di Dallas, Texas, Amerika Serikat (AS). Berdiri pada 1984, GameStop sebelumnya menggunakan nama Babbage’s hingga tahun 1999.

Periode 2004 sampai 2016 merupakan masa-masa keemasan GameStop seiring perkembangan industri video game. Perusahaan ini pun melebarkan sayapnya hingga ke Kanada, Australia, Selandia Baru, serta Eropa, dan mengoperasikan lebih dari 5.500 toko.

Pada masa-masa tersebut, pertumbuhan penjualannya meledak hingga 135,12% dalam setahun yang dicapai pada akhir tahun buku 2006. Kemudian pada 2011, GameStop mencatatkan rekor penjualan tahunan tertingginya sebesar US$ 9,55 miliar.

Gim Genshin lmpact
Gim Genshin lmpact, salah satu gim online yang populer saat ini. (Genshin lmpact)

Namun sejak itu, pertumbuhan penjualannya mulai mandeg, bahkan cenderung turun. GameStop tidak mampu mengerek penjualan lebih dari kisaran US$ 8 miliar – 9 miliar per tahun. Seiring dengan turunnya penjualan, profitabilitasnya pun mulai tergerus.

Pada 2017, laba bersih GameStop anjlok hingga 90,2% dalam setahun, yakni dari US$ 353,2 juta pada 2016 menjadi hanya US$ 34,7 juta. Inilah terakhir kali GameStop mencatatkan keuntungan.

Halaman:
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.

Artikel Terkait

Advertisement