Microsoft Beli Perusahaan Video Gim ZeniMax Rp 111 Triliun

Microsoft membeli perusahaan pembuat gim Fallout, ZineMax Rp 111 triliun. Sebelumnya, Microsoft gagal mengakuisisi operasional TikTok di AS.
Desy Setyowati
Oleh Desy Setyowati
23 September 2020, 09:15
Microsoft Beli Perusahaan Video Gim ZeniMax Rp 111 Triliun
123RF.com
Ilustrasi Microsoft

Raksasa teknologi asal Amerika Serikat (AS), Microsoft membeli perusahaan video gim ZeniMax Media US$ 7,5 miliar atau sekitar Rp 111 triliun. Aksi korporasi ini menambah jumlah studio pengembangan gim Xbox dari 15 menjadi 23.

Xbox merupakan divisi gim konsol milik Microsoft. Sedangkan ZeniMax memiliki Bethesda Softworks, pembuat game online Fallout dan seri fantasi The Elder Scrolls. Mereka juga mempunyai Id Software, yang dikenal dengan franchise video gim Doom, Rage dan Wolfenstein.

Microsoft berencana menjalankan Bethesda sebagai divisinya sendiri, dengan kepemimpinan dan struktur yang utuh. "Kami akan melanjutkan ambisi untuk memberdayakan lebih dari tiga miliar pemain gim di seluruh dunia," kata CEO Microsoft Satya Nadella dalam pernyataan resminya, dikutip dari CNET, kemarin (22/9).

Wakil Presiden Eksekutif Gaming di Microsoft Phil Spencer memastikan semua pekerjaan ZeniMax akan berlanjut di bawah naungan Xbox. “Kami berharap dapat memberdayakan mereka dengan sumber daya dan dukungan dari Microsoft untuk meningkatkan visi kreatif mereka ke lebih banyak pemain dengan cara baru,” katanya, dikutip dari TechCrunch.

Perusahaan juga baru saja meluncurkan dua konsol baru. “Sekarang kami investasi lain di bagian paling penting dari strategi, yakni gim,” ujar Spencer.

Bulan depan, Microsoft juga akan meluncurkan Xbox Series X seharga US$ 500 dan Xbox Series S US$ 300. Konsol gim baru ini akan bersaing dengan PlayStation 5 dari Sony dan PlayStation 5 Digital Edition.

Bagi Microsoft, pembelian ZeniMax bukan hanya untuk meningkatkan studio gimnya. Dengan membeli korporasi mapan itu, perusahaan dapat tidak lagi berfokus pada seri Halo dan Forza.

Aksi korporasi itu juga melindungi Microsoft dari kejatuhan, karena harus menunda judul peluncuran Halo Infinite dari liburan tahun ini menjadi 2021.

"Konten merupakan hal yang luar biasa untuk platform kami yang terus diinvestasikan," kata Spencer. “Masuknya ZeinMax menggandakan ukuran organisasi kreatif kami."

CEO ZeniMax Robert Altman mengatakan, kedua perusahaan mengajukan kesepakatan itu sebagai perluasan dari kemitraan yang berlangsung selama beberapa dekade. "Pemenang besar hari ini yakni para penggemar kami," kata dia.

Microsoft membeli ZeniMax setelah penawarannya ditolak oleh pengembang aplikasi TikTok, ByteDance. Aplikasi buatan Tiongkok ini diunduh lebih dari dua miliar kali secara global.

ByteDance memilih untuk membuat anak usaha, TikTok Global. Perusahaan asal Negeri Panda ini akan menguasai 80% saham, sementara Oracle dan Walmart masing-masing 12,5% dan 7,5%.

Dalam pernyataan bersama akhir pekan lalu, Oracle dan Walmart menyatakan bahwa warga AS akan mengisi empat dari lima kursi dewan direksi. 

Video Pilihan

Artikel Terkait