Kembangkan Mobil Listrik, Xiaomi Investasi Rp 28 T pada Perusahaan Cip

Xiaomi berinvestasi Rp 28 triliun pada perusahaan pengembang cip untuk mengatasi kelangkaan cip. Perusahaan teknologi Cina ini ingin mengembangkan mobil listriknya sendiri.
Image title
27 September 2021, 10:45
xiaomi, mobil listrik, cip,
Xiaomi
Xiaomi akan mengembangkan mobil listrik. Perusahaan akan berinvestasi pada Black Sesame Technology untuk memenuhi kebutuhan cip untuk membuat mobil listrik.

Produsen ponsel pintar atau smartphone asal Cina Xiaomi telah berinvestasi terhadap perusahaan pengembang cip (chipset), Black Sesame Technologies. Investasi ditujukan untuk mengembangkan mobil listrik (electric vehicle/EV) di tengah kelangkaan cip.

Melalui anak usahanya, Xiaomi Yangtze River Industrial Fund, raksasa teknologi Cina itu memimpin pendanaan pada Black Sesame Technologies senilai US$ 2 miliar atau sekitar Rp 28 triliun. Selain Xiaomi, investor lain yang terlibat antara lain SummitView Capital, FutureX Capital, Oriza Hua, Lenovo Capital & Incubator Group, dan Sunic Capital.

Black Sesame merupakan perusahaan pengembang cip yang didirikan pada 2016. Perusahaan menawarkan layanan pemrosesan gambar, algoritma persepsi, dan desain sistem-on-chip untuk kendaraan otonom, dan tengah mengembangkan cip berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Sejumlah produsen mobil listrik juga memanfaatkan teknologi yang dimiliki Black Sesame, diantaranya Robert Bosch, SAIC Motor, dan BYD. Black Sesame akan memanfaatkan pendanaan dari Xiaomi untuk mengembangkan sumber daya di industri otomotif, memajukan penelitian, serta komersialisasi produk.

Sedangkan, bagi Xiaomi, investasi terhadap Black Sesame merupakan salah satu strategi mereka untuk mengembangkan lebih jauh bisnis kendaraan listrik. "Transaksi ini merupakan taruhan awal Xiaomi setelah pada akhir Maret Xiaomi merencanakan masuk sektor kendaraan listrik," demikian dikutip dari Nikkei Asian Review Senin (27/9).

Sebelumnya, pada Agustus lalu, Xiaomi juga telah resmi mendaftarkan lini bisnis mobil listrik dengan nama Xiaomi EV. Xiaomi mengeluarkan modal terdaftar 10 miliar yuan atau US$ 1,55 miliar pada lini bisnis barunya itu.

Xiaomi juga mengonfirmasi bahwa Xiaomi EV memiliki 300 karyawan. Beberapa tim di didalamnya melakukan berbagai penelitian pasar pengguna dalam lima bulan terakhir. Tim ini telah mengunjungi mitra industri yang siap diajak kerja sama.

Upaya perusahaan menyasar pasar kendaraan listrik karena potensinya dinilai besar. Berdasarkan data Canalys, penjualan mobil listrik di Tiongkok diperkirakan naik lebih dari 50% tahun ini. Sebab, konsumen lebih memilih mobil ramah lingkungan.

Selain itu, Xiaomi juga berinvestasi pada perusahaan pengembang cip seiring dengan kelangkaan cip global. Kelangkaan itu memaksa perusahaan teknologi memutar otak.

Direktur riset di firma analis Forrester Glenn O'Donnell mengatakan bahwa pandemi Covid-19 membuat rantai pasok cip terganggu. "Ini mempercepat upaya perusahaan untuk membuat cip mereka sendiri," ujarnya dikutip CNBC International, Mei lalu (12/5).

O’Donnell juga meyakini krisis cip ini akan berlangsung hingga 2023. "Karena permintaan akan tetap tinggi dan pasokan akan tetap terbatas. Kami perkirakan kelangkaan ini akan bertahan hingga 2022 atau 2023,” ujarnya.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait