Perang Lembaga Survei di Pilkada DKI

Hasil survei menunjukkan perbedaan tingkat elektabilitas para kandidat.
Image title
Oleh Widyanita
27 Januari 2017, 20:04

Pada Januari 2017, setidaknya lima lembaga survei merilis hasil penelitiannya terkait pemilihan kepala daerah (Pilkada) DKI Jakarta. Kelima lembaga tersebut yakni Populi Center, Indikator Politik Indonesia (IPI), Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Poltracking, dan Polmark Research Center (PRC). Hasil survei menunjukkan perbedaan tingkat elektabilitas para kandidat.

 (Databoks: Populi Center Unggulkan Ahok-Djarot)

Poltracking dan LSI Denny JA menempatkan pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni posisi teratas dengan tingkat keterpilihan tertinggi. Sementara pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Syaiful Hidayat diunggulkan dalam survei Populi Center dan IPI. Adapun elektabilitas Anies Baswedan-Sandiaga Uno berada di puncak menurut survei PRC.

 (Baca: Beda Hasil Pilkada DKI, KPU Diminta Atur Lembaga Survei)

Pada umumnya dalam gelaran pemilu, setiap lembaga survei berlomba menyampaikan akurasi hasil temuannya. Biasanya perbedaan hasil survei antarlembaga tersebut hanya dalam besaran persentase elektabilitas kandidat. Untuk itu, Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi) mendorong Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk membuat aturan agar lembaga survei lebih transparan.

Editor: Heri Susanto
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.