Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Berbaju putih dan bertopi lambang gajah, Joko Widodo kembali melakukan hal yang kerap dilakukannya saat menjabat sebagai presiden: blusukan. Jokowi memulai safari politiknya di Provinsi Lampung pada akhir Juni 2026.

 
Dalam kunjungannya pada 26 hingga 28 Juni 2026 itu, Jokowi menghadiri sejumlah agenda seperti Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Mesuji dan Tulang Bawang hingga upacara pemberian gelar adat oleh warga Lampung Pepadun di Bandar Lampung. Jokowi juga blusukan meninjau UMKM dan mengunjungi Pondok Pesantren Nurul Qodiri.
 
Saat blusukan, Jokowi didampingi sejumlah pengurus PSI, salah satunya Bestari Barus. Kepada Katadata.co.id lewat sambungan telepon, Bestari mengatakan animo masyarakat di Lampung sangat tinggi dalam menyambut Jokowi. Di Mesuji misalnya, agenda Jokowi dihadiri 1.000 orang kader PSI. Sedangkan dalam agenda berikutnya di Tulang Bawang, ada kurang lebih 4.000 kader yang datang.
 
"Padahal, dulu mencari pengurus (di Lampung) itu sangat sulit, ini kejutan besar," kata Bestari yang menjabat Ketua Dewan Pimpinan Pusat PSI pada Rabu (8/7).
 
Di Lampung, Jokowi beri arahan kepada kader PSI agar tak segan menjangkau masyarakat, apa pun situasinya. Menurut Bestari yang menghadiri rapat tersebut, Jokowi menyampaikan arahan dengan sangat detail. "Kalau ada yang meninggal hadir, kalau ada undangan pesta jangan sampai tidak datang," kata Bestari Barus mengulangi arahan Jokowi.
 
Lampung adalah titik safari politik perdana Jokowi usai mantan Wali Kota Solo itu tak lagi menjadi presiden. Setelah ini, ia dijadwalkan akan mengunjungi Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Meski demikian, PSI masih mengkaji mana-mana wilayah yang akan disambangi.
 

Genjot Suara PSI

 
Para pakar politik menilai safari politik Jokowi ke sejumlah daerah menyimpan beberapa makna. Langkah ini disebut upaya memperkuat posisi PSI jelang Pemilu 2029.
 
Selain membantu meningkatkan elektabilitas PSI agar setidaknya mampu menembus ambang batas parlemen pada Pemilu 2029, safari politik tersebut juga menjadi cara Jokowi mempertahankan daya tawarnya di tengah dinamika politik nasional yang kini mulai mengarah pada kontestasi pemilu berikutnya.
 
Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago mengatakan, Jokowi sedang mengirimkan sinyal kepada elite politik bahwa dirinya masih memiliki basis dukungan kuat di masyarakat. Tujuannya tetap menjadi aktor politik yang diperhitungkan dalam pembentukan koalisi maupun penentuan pasangan calon presiden dan wakil presiden.
 
“Jokowi mengirim sinyal masih punya kursi tawar, masih dianggap sebagai kingmaker di 2029,” kata Arifki saat dihubungi lewat sambungan telepon pada Selasa (7/7). 
 
Posisi tawar itu dinilai penting di tengah berkembangnya berbagai manuver politik, termasuk dinamika hubungan Presiden Prabowo Subianto dengan partai-partai lain.
 
Jokowi shalat Idul Fitri di Masjid Jami Al-Bina Jakarta
 
PSI tak membantah bahwa mereka berharap berkah efek ekor jas dari blusukan Jokowi. Bahkan Bestari menargetkan partai tersebut bisa menjadi salah satu partai papan atas di Senayan. Dalam pembicaraan dengan Katadata.co.id dua pekan lalu, ia sempat menyatakan, partainya membidik posisi tiga atau empat di Senayan. Namun, belakangan, ia tak lagi menyebut target tersebut.
 
"Keyakinan kami mendapatkan angka yang membanggakan saja," kata mantan politikus Partai NasDem itu.
 
Pada Pemilihan Umum Legislatif 2019, PSI hanya mendapatkan 2,6 juta suara atau 1,89%. Lima tahun kemudian, perolehan suara partai tersebut meningkat jadi 4,2 juta, namun tetap gagal melaju ke legislatif nasional karena hanya menguasai 2.8% ceruk suara, di bawah ambang batas parlemen yakni 4%. Sejak sebelum Pemilu 2019, PSI dipimpin oleh Kaesang Pangarep, putra bungsu Jokowi.
 
 
Dalam Rakorda DPD PSI, Jokowi mengakui, salah satu alasannya datang ke Lampung adalah untuk membesarkan partai tersebut. Ia mengunjungi Lampung karena pengurus PSI di provinsi tersebut hampir menyelesaikan seluruh struktur partai hingga tingkat desa. 
 
"Yang lain-lain saya lihat masih 60%, 40%, di sini sudah hampir 100%," kata Jokowi dalam Rakorda DPD PSI di Kabupaten Mesuji, Lampung, Jumat (26/6).
 

Langkah Serupa Gibran

 
Blusukan mantan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu juga dilakukan bersamaan dengan kunjungan Wapres Gibran ke sejumlah daerah dalam beberapa waktu belakangan. Tercatat, Gibran telah menyambangi NTT, Gorontalo, Papua, hingga Papua Barat Daya. Dia juga mengunjungi sejumlah daerah di Jawa Timur dan hadir di pesantren-pesantren. 
 
Safari kembar keluarga Solo ini dipandang sebagai upaya membuka ruang agar nama Gibran tetap menjadi bagian dari skenario politik 2029. Salah satu kemungkinan ialah menjaga peluang keberlanjutan pasangan Prabowo-Gibran untuk dua periode. Namun di saat yang sama, langkah tersebut juga dinilai membuka opsi politik lain apabila konfigurasi koalisi berubah menjelang pemilihan presiden.
 
“Ini upaya Jokowi meningkatkan daya tawar. Apakah untuk Gibran kembali dipertimbangkan sebagai cawapresnya Prabowo, atau yang kedua, Gibran juga membuka opsi alternatif maju sendiri sebagai capres,” ujar Arifki.
 
Menurutnya, ada kepentingan yang lebih besar bagi Jokowi dalam manuver politik terbarunya, yakni mempertahankan pengaruh politik keluarga. Jokowi diduga akan memastikan Gibran tetap memiliki posisi strategis dalam berbagai skenario Pilpres 2029.
 
Di sisi lain, Arifki juga menyoroti aktivitas Gibran yang intensif mengunjungi berbagai daerah, terutama di Indonesia Timur. Ia berpendapat Gibran perlu menjaga jarak dari narasi kedekatan dengan PSI agar tetap memiliki ruang membangun komunikasi dengan seluruh partai politik.
 
Wapres tinjau kelas mangkrak akibat kebakaran di Bone Bulango

Wapres tinjau kelas mangkrak akibat kebakaran di Bone Bulango (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/hm)
 
Langkah itu dinilai penting untuk menjaga fleksibilitas politik apabila nantinya Gibran membutuhkan dukungan lintas partai sebagai calon presiden maupun calon wakil presiden. “Kalau Gibran ingin punya daya tawar ke partai-partai lain, tentu rugi jika Gibran langsung mengkaitkan dirinya dengan PSI,” kata Arifki.
 
Sedangkan Bestari Barus mengaku tak tahu agenda-agenda Gibran. Menurutnya, Gibran sebagai Wapres memiliki jadwalnya sendiri dan tidak terkait dengan PSI. "Mas Wapres juga bukan anggota PSI," katanya.
 
Gibran pada awal Mei lalu menyatakan, kunjungannya ke sejumlah daerah adalah untuk memastikan program prioritas Presiden Prabowo berjalan dengan lancar. Beberapa program yang disebutnya antara lain Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis, hingga Koperasi Desa Merah Putih.
 
"Kami ingin memastikan program-program Bapak Presiden itu benar-benar berjalan di daerah,: kata Gibran dalam acara Haul Ke-55 K.H Abd. Wahab Chasbullah di Yayasan PP Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Minggu (10/5). Gibran kini belum berpartai lagi setelah dipecat PDIP karena mendampingi Prabowo, bukan mendukung Ganjar-Mahfud.
 
 
 
Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro, menilai pergerakan Jokowi dan Gibran merupakan strategi yang saling melengkapi dalam memperluas jangkauan pengaruh politik keluarga Solo.
 
Agung berpendapat Jokowi masih memiliki magnet elektoral yang kuat meski telah lengser dari kursi presiden. Pengaruh tersebut menjadi modal utama yang ingin dikonversi PSI menjadi tambahan suara pada Pemilu 2029. Di sisi lain, Gibran juga dinilai masih mendapatkan efek elektoral dari popularitas Jokowi.
 
Hubungan politik antara Gibran dan PSI dapat berkembang menjadi relasi yang saling menguntungkan. Di satu sisi, PSI membutuhkan figur kuat sebagai wajah partai menuju Pemilu 2029.  Di sisi lain, Gibran memerlukan kendaraan politik yang dapat menopang langkah politiknya apabila ingin maju dalam kontestasi nasional setelah masa jabatannya sebagai wakil presiden.
 
“Bisa jadi hubungan PSI dan Gibran ke depannya menjadi simbiosis mutualisme. PSI butuh figur, Gibran butuh kendaraan,” kata Agung pada Selasa (7/7).
 

Makna untuk Prabowo

 
Jokowi dalam sejumlah kesempatan kerap menyuarakan dukungannya agar Prabowo bisa maju lagi bersama Gibran pada 2029. Pakar juga menyebut narasi Prabowo-Gibran dua periode masih menjadi salah satu skenario yang sedang dipelihara melalui berbagai aktivitas politik tersebut. Dengan tetap menjaga popularitas Gibran di ruang publik, peluang pasangan itu kembali maju pada Pilpres 2029 dinilai tetap terbuka. 
 
Meski demikian, sepanjang sejarah Indonesia, belum ada wakil presiden petahana yang diajak maju lagi oleh presiden petahana. Oleh sebab itu, Agung menganggap ada makna lain yang ingin disampaikan kubu Jokowi.
 
“Bisa jadi, pembawaan narasi Prabowo-Gibran dua periode agar langkah Jokowi tidak diganggu oleh (kubu) Prabowo.” kata Agung.
 
Presiden hadiri peringatan HUT Ke-80 Bhayangkara

Presiden hadiri peringatan HUT Ke-80 Bhayangkara (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/gp/tom.)
 
Gerindra, partai besutan Prabowo, telah merespons munculnya lagi Jokowi di kancah politik nasional. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Prasetyo Hadi menyatakan, hal yang dilakukan Jokowi bukan merupakan masalah. Menteri Sekretaris Negara itu juga mengucapkan selamat kepada sang mantan presiden.
 
"Kami menyampaikan selamat, karena artinya beliau (Jokowi) sudah sehat kembali. Sebelumnya kan sempat agak kurang fit," kata Prasetyo di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (26/6).
 

Potensi Gesekan Politik dengan PDIP

 
Blusukan Jokowi bersama PSI bukannya tak menimbulkan perdebatan politik nasional. Ini setelah munculnya gestur mantan Gubernur DKI Jakarta itu menginjak kepala kerbau saat upacara adat di Lampung. Terkait hal tersebut, PDIP merespons santai kemungkinan hal tersebut adalah gestur Jokowi menginjak kepala banteng, lambang partainya dulu.
 
"Bukan banteng, kecuali jika (yang diinjak) banteng," kata Ketua DPP PDIP Komarudin Watubun kepada awak media di Jakarta, Senin (29/6).
 
Jokowi menjelaskan, ritual menginjak kepala kerbau itu bentuk penghormatan dari Istana Kerajaan Lampung. Ia juga meminta hal tersebut tak ditarik ke ranah politik. "Kita harus menghargai adat-istiadat," kata Jokowi di kediamannya, Solo, Rabu (8/7).
 
Namun, respons PDIP mulai memanas saat Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Jawa Tengah Antonius Yogo mempersiapkan blusukan Jokowi di Jateng. Hal yang membuat PDIP meradang adalah pernyataan Antonius yang menyebut PSI siap memastikan kepada Jokowi agar Jateng menjadi 'kandang gajah'. Provinsi Jateng kerap disebut 'kandang banteng' karena suara PDIP yang kuat.
 
Membalas pernyataan Antonius Yogo, politikus PDIP Guntur Romli meminta PSI tak sombong. Guntur juga menyebut posisi PSI masih lemah karena terkesan memaksa Jokowi keliling untuk mengangkat suara partai tersebut. Dia bahkan menyinggung nasib politik PSI yang belum juga bisa lolos ke Senayan meski telah membawa-bawa nama Jokowi. 
 
"Itu bentuk kesombongan saja, bukan pernyataan yang perlu ditanggapi, apalagi dikhawatirkan," kata Guntur Romli kepada Katadata.co.id, Kamis (9/7).
 
Sedangkan Sekretaris Dewan Pembina Partai Gerindra Ahmad Muzani menyebut persaingan antarpartai dalam merebut dukungan masyarakat di Jawa Tengah merupakan hal yang wajar dalam demokrasi. 
 
Bestari menjelaskan bahwa pernyataan soal "kandang gajah" adalah bukti kesiapan PSI bersama Jokowi untuk mendekati masyarakat provinsi tersebut. "Kalau parpol melayani rakyat, jangan dijulid-in lah," katanya.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini