Jaga Nilai Jangka Panjang Pemegang Saham, Telkom Siapkan Percepatan Buyback

Sisa alokasi buyback yang telah disetujui masih lebih dari Rp3 triliun, dengan  pelaksanaan yang mengedepankan disiplin alokasi modal dan fleksibilitas keuangan.
Tim Publikasi Katadata
20 Oktober 2026, 10:59
Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno
Dok Telkom
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menyiapkan langkah untuk  mempercepat pelaksanaan program pembelian kembali saham (buyback) senilai maksimal Rp4 triliun  yang telah disetujui dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) pada 8 Juni 2026.

Program  tersebut masih berjalan dalam periode 12 bulan yang telah disetujui, yakni sejak 9 Juni 2026 hingga 8 Juni  2027. Per 19 Oktober 2026, sisa alokasi buyback yang telah disetujui masih lebih dari Rp3 triliun. 

Percepatan pelaksanaan yang direncanakan ini merupakan bagian dari strategi alokasi modal Telkom  untuk mendukung penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham. Penentuan waktu dan besaran  pembelian mempertimbangkan kondisi pasar, posisi kas Perseroan, serta kebutuhan operasional dan  investasi sesuai ketentuan yang berlaku. 

Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno menyampaikan bahwa evaluasi pelaksanaan buyback dilakukan dengan tetap mengedepankan disiplin alokasi modal, sejalan dengan keyakinan manajemen terhadap fundamental bisnis yang solid dan prospek jangka panjang Perseroan. 

“Kami meyakini Telkom memiliki fundamental bisnis yang kuat dan potensi pertumbuhan jangka panjang. Pelaksanaan buyback merupakan salah satu wujud keyakinan kami terhadap nilai Perseroan, seiring  transformasi TelkomGroup melalui strategi TLKM 30 yang diarahkan untuk mengoptimalkan potensi bisnis  dan meningkatkan nilai perusahaan,” ujar Nanang, dikutip dari keterangan tertulis. 

Sejalan, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom Angelo menjelaskan bahwa pelaksanaan buyback tetap mempertimbangkan prioritas alokasi modal dan kemampuan arus kas Perseroan yang solid.

Program buyback didanai dari kas internal Perseroan. Pelaksanaannya memperhatikan kebutuhan  likuiditas serta prioritas alokasi modal guna menjaga fleksibilitas keuangan. 

“Pelaksanaan buyback merupakan bagian dari keputusan alokasi modal yang kami pertimbangkan secara  disiplin, dengan melihat fundamental Perseroan dan prospek bisnis ke depan. Kami memastikan setiap keputusan penggunaan modal tetap sejalan dengan prioritas strategis TelkomGroup, sekaligus menjaga kesehatan keuangan Perseroan agar mampu mendukung pertumbuhan secara berkelanjutan,” pungkas  Angelo. 

Sejalan dengan transisi Telkom menuju strategic holding dengan model holding company–operating company (HoldCo–OpCo), Telkom terus mengakselerasi penataan portofolio dan efisiensi untuk memperkuat kinerja operasional.

Inisiatif ini juga diarahkan untuk memperkuat margin EBITDA dan mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan sebagai fondasi penciptaan nilai bagi pemegang  saham.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...