Target dan Nilai Ekonomi dari 10 Destinasi Wisata Baru

Oleh Yosepha Pusparisa, 20/7/2019, 07.45 WIB

Pemerintah menargetkan 25 juta kunjungan wisatawan mancanegara dan 300 juta perjalanan wisatawan lokal pada 2024.

Unduh Infografik
Share

Pemerintah tengah menggenjot sektor pariwisata sebagai salah satu sumber devisa. Hal ini dilakukan dengan membentuk 10 “Bali” baru sebagai destinasi utama wisata di tanah air. Tak hanya wisatawan mancanegara, pemerintah juga ingin mengoptimalkan kunjungan wisatawan domestik. Dengan adanya 10 “Bali” baru ini, pemerintah menargetkan 25 juta kunjungan wisatawan mancanegara dan 300 juta perjalanan wisatawan lokal pada 2024.

Dari sepuluh destinasi, terdapat empat daerah yang menjadi tujuan prioritas. Keempat daerah tersebut adalah Danau Toba, Borobudur, Labuan Bajo, dan Mandalika. Dalam proses memoles 10 destinasi ini beserta kawasan strategis pariwisata nasional lainnya, nilai investasi yang dibutuhkan mencapai Rp 500 triliun. Kebutuhan tersebut terutama untuk membangun berbagai sarana dan prasarana pendukung.

Kontribusi ekonomi dari sektor pariwisata pun ditargetkan meningkat. Pada 2024, porsi produk domestik bruto (PDB) sektor pariwisata ditargetkan sebesar 5,5 persen, naik dari 5,25 persen pada 2018. Sedangkan dari sisi penerimaan devisa dipatok sebesar Rp 323 triliun dan pencipataan lapangan kerja 15 juta.