Ancaman Erupsi Gunung Api di Indonesia

Oleh Andrea Lidwina, 16/2/2020, 11.02 WIB

Saat ini ada tiga gunung berstatus siaga yang menunjukkan adanya peningkatan aktivitas vulkanik dan bisa meletus sewaktu-waktu.

Unduh Infografik
Share

Indonesia yang terletak dalam Cincin Api Pasifik (Ring of Fire) memiliki 127 gunung api aktif yang dapat meletus sewaktu-waktu. Saat ini, tiga gunung berstatus siaga dan 18 gunung berstatus waspada. Status tersebut menunjukkan adanya peningkatan aktivitas vulkanik, bahkan bisa berlanjut dengan letusan atau erupsi.

(Baca: Gempa dan Tsunami Terdahsyat di Indonesia Selama Dua Dekade)

Gunung-gunung yang berstatus siaga di antaranya Agung di Bali, Sinabung di Sumatera Utara, dan Karangetang di Sulawesi Utara. Erupsi paling banyak terjadi di Agung, yakni 69 kali, selama 2018-2019. Namun, erupsi terakhirnya tercatat pada 13 Juni 2019.

(Baca: Gunung Merapi Erupsi, Tinggi Kolom Abu Capai 2.000 Meter)

Kemudian, lima gunung berstatus waspada erupsi dalam satu tahun terakhir. Mereka adalah Bromo di Jawa Timur, Kerinci di Jambi, Anak Krakatau di Lampung, Merapi di Jawa Tengah, dan Semeru di Jawa Timur. Pada tahun ini, Semeru telah meletus 17 kali dan Anak Krakatau 9 kali. Merapi pun menyemburkan awan panas pertama di tahun ini, Kamis (13/2).

(Baca: Indonesia Langganan Kebakaran Hutan)

Adapun, erupsi gunung api terbesar di Indonesia pernah terjadi di Tambora (1815) dengan skala Volcanic Explosivity Index (VEI) 7, mendekati skala tertinggi 8. Selanjutnya, di Krakatau (1883) dengan skala VEI 6, serta Galunggung (1822) dan Agung (1963) dengan skala VEI 5.