Pertumbuhan Laba 4 Bank BUMN Melambat

Oleh Andrea Lidwina, 24/2/2020, 08.06 WIB

Bank-bank BUMN menghadapi kenaikan kredit bermasalah dan beban bunga sepanjang 2019.

Unduh Infografik
Share

Pertumbuhan laba bersih empat bank pelat merah tercatat mengalami pelambatan pada 2019. Bank Mandiri menghasilkan keuntungan sebesar Rp 27,5 triliun, atau hanya naik 9,9 persen secara tahunan. Persentase itu jauh di bawah pertumbuhan pada tahun sebelumnya yang mencapai 21,2 persen.

(Baca: Erick Thohir Akan Bentuk 15 Klaster, BUMN Rugi Dilikuidasi atau Merger)

(Baca: Ragam Masalah Menerpa BUMN, dari Sistem Eror hingga Listrik Padam)

Laba Bank Rakyat Indonesia (BRI) juga tumbuh melambat, dari 11,6 persen menjadi 6,2 persen. Keuntungan perusahaan yang dibukukan sebesar Rp 34,4 triliun. Lalu, Bank Negara Indonesia (BNI) hanya mengalami peningkatan laba sebesar 2,5 persen, menjadi Rp 15,4 triliun. Padahal, keuntungan bank ini naik hingga 10,3 persen pada 2018.

(Baca: Tiga Bank BUMN Tebar Dividen, Pemerintah Kantongi Rp 24 Triliun)

Sementara itu, Bank Tabungan Negara (BTN) memperoleh rapor merah pada 2019. Laba bersihnya anjlok hingga 92,5 persen, yang membuat nilainya turun dari Rp 2,8 triliun menjadi tinggal Rp 209,3 miliar. Rata-rata pertumbuhan laba bersih bank BUMN yang melambat ini disebabkan adanya kenaikan pada biaya dana (cost of fund), rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL), dan beban bunga.