Mengapa Tenaga Kesehatan Rentan Terpapar Corona?

Oleh Dwi Hadya Jayani, 22/4/2020, 10.24 WIB

Selain keterbatasan penggunaan alat pelindung diri (APD), intensitas tenaga medis memonitor pasien juga tinggi.

Unduh Infografik
Share

Pandemi Covid-19 dapat menimpa siapa saja, tak terkecuali tenaga kesehatan. Per 13 April 2020, terdapat 44 tenaga medis yang meninggal dunia disebabkan Covid-19. Mereka rentan terpapar lantaran keterbatasan penggunaan alat pelindung diri (APD). Apalagi tenaga medis yang menangani langsung pasien memiliki intensitas tinggi untuk memonitor kondisi pasien.

(Baca: Pemerintah Dikritik Menyepelekan Bidang Kesehatan dalam Tangani Corona)

Dalam riset yang dipublikasikn Intensive Care Medicine pada 5 Februari 2020 lalu menyebutkan sejumlah skenario pemantauan pasien berdasarkan tingkat risikonya. Adapun pasien yang memiliki gejala kritis harus dipantau terus menerus oleh tenaga medis. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menjelaskan, tenaga medis yang tidak secara langsung menangani Covid-19 juga memiliki tingkat penularan yang tinggi karena pasien yang datang adalah orang tanpa gejala (OTG).

(Baca: Faktor Penyebab Kematian Akibat Covid-19)

(Baca: Jaga Jarak dan Lockdown Efektif Lawan Corona di Eropa)

Maka dari itu, Ketua Umum FSP FARKES/R Idris Idham mendesak pemerintah untuk lebih memerhatikan keselamatan petugas kesehatan yang menangani Covid-19. “Caranya dengan menyediakan APD yang memenuhi standar dengan jumlah yang mencukupi,” ujarnya Minggu, (12/4).