INFOGRAFIK: Nakhoda Baru BGN di Tengah Sorotan Program MBG
Presiden Prabowo Subianto melantik mantan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menjadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru. Sudaryono yang juga adalah Ketua DPD Gerindra Jawa Tengah ini menggantikan Nanik Sudaryati Deyang yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan.
Usai dilantik, Sudaryono menyebut bahwa perbaikan tata kelola MBG bakal menjadi fokus BGN di bawah kepemimpinannya.
“Bahwa ada penyelewengan, ada pelanggaran hukum, ketidaktransparanan, dan hal-hal lain, selama ini ada,” kata Sudaryono, Rabu, 22 Juli.
Sudaryono juga menginstruksikan agar makanan yang dibagikan kepada penerima manfaat dipastikan aman dikonsumsi, dapat meningkatkan kualitas gizi anak, dan dapat memberdayakan sumber daya pedesaan dalam penyediaan bahan baku program.
“Tentu saja ini tidak bisa overnight kemudian besok beres semua. Saya bersama tim siap mendengar masukan dari mana pun, termasuk dari awal media. Kalau ada misalnya dapur kok tidak benar, segera laporkan. Kita langsung investigasi,” kata Sudaryono, Rabu, 22 Juli.
Dalam dua bulan terakhir, sudah terjadi dua kali pergantian kepemimpinan BGN. Kepala BGN pertama, Dadan Hindayana, dicopot dari jabatannya pada awal Juni lalu dan ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola dan pengadaan program MBG periode 2025-2026.
Nanik yang sebelumnya adalah Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, diangkat menjadi Kepala BGN menggantikan Dadan. Namun kepemimpinannya hanya berlangsung 45 hari sebelum ia mengundurkan diri.
Di bawah kepemimpinan Nanik, BGN melakukan evaluasi dan merubah sejumlah tata kelola program MBG yang sebelumnya menuai sorotan. Bekas anggota Timses Prabowo pada Pilpres 2019 ini membentuk 11 tim untuk reformasi total di BGN, memerintakan moratorium pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru, mengubah fokus penerima prioritas agar lebih tepat sasaran, hingga pelibatan pakar gizi dan kesehatan dalam penyusunan Dewan Pengarah MBG.
